Kemenperin Butuh Rp 318 Miliar Buat Bantu IKM Pulih Pascabencana Sumatera

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menuturkan, program restart industri kecil setelah bencana dibagi dalam dua tahap.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan butuh total Rp 318 miliar untuk pemulihan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana Sumatera. Total IKM terdampak mencapai 2.824 unit dan terbanyak ada di Aceh.

Hitungan awalnya, setiap industri diberikan biaya sekitar Rp 35 juta per IKM. Dana tersebut akan diberikan untuk bantuan mesin, peralatan sederhana, hingga layanan produksi sementara. 

"Ini kalau kita hitung-hitung, kita kalkulasi lepas, apabila kebutuhan biaya rata-rata sebesar Rp 35 juta per unit industri kecil, maka kebutuhan anggaran untuk bantuan mesin dan peralatan diperkirakan akan mencapai Rp 98,84 miliar," ungkap Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1/2026).

Dia menerangkan, bantuan ini dijalankan melalui program Restart Industri Kecil Pasca Bencana. Program ini dibagi dalam dua tahap yang akan dijalankan pada 2026.

Setelah dihitung, secara total Kementerian Perindustrian membutuhkan dana total Rp 318 miliar untuk membantu pemulihan IKM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Selain itu, juga terdapat beberapa program kegiatan lain, selain bantuan mesin, peralatan yang akan dimasukkan ke dalam program restart IKM, sehingga total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 318 miliar," tuturnya.

Skema Bantuan

Dia menuturkanada dua pendekatan dalam bantuan pemulihan itu. Pertama, berbasis sentra IKN rimah profuksi bersama, dan kedua, berbasis unit usaha melalui fasilitasi langsung pada kelompok usaha bersama atau KUB industri kecil. 

"Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kondisi beragam dari industri kecil yang terdampak, baik yang tidak dapat kembali beroperasi secara mandiri, maupun yang kita anggap masih memiliki potensi untuk segera memulai kembali usahanya," ujarnya.

"Kegiatan akan difokuskan pada bantuan mesin dan peralatan sederhana, layanan produksi sementara, koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga terkait, serta pemenuhan kebutuhan pendukung seperti bahan baku, akses pasar, dan juga tentu pembiayaan," dia menambahkan.

Dua Tahap

Agus menerangkan lagi, proses bantuan diberikan dalam dua tahap. Tahap I dalam program Restart Industri Kecil Pasca Bencana dijalankan pada Januari-Februari 2026 ini.

"Itu kami fokuskan pada pemberian bantuan cepat melalui KUB untuk bisa memungkinkan atau memastikan atau membantu industri kecil segera memulai kembali kegiatan usahanya," tuturnya.

Sementara itu, Tahap II akan dijalankan sepanjang 2026. Pada tahap ini, dilaksanakan melalui mekanisme pengajuan proposal oleh calon penerima bantuan.

 

2.824 Industri Kecil Terdampak

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan ada ribuan industri kecil menengah (IKM) yang terdampak bencana Sumatera. Mayoritas beroperasi di Provinsi Aceh.

Agus mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun per 23 Januari 2026, IKM terdampak di Aceh mencalai 1.960 unit. Jumlah ini menjadikannya yang paling banyak terdampak dari 3 provinsi imbas bencana Sumatera.

"Terdapat 2.824 industri kecil menengah yang terdampak bencana di tiga provinsi dengan konsentrasi terbesar di Provinsi Aceh 1.960 industri kecil menengah, Sumatera Barat 647 industri kecil menengah, dan Sumatera Utara 217 industri kecil menengah," kata Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (26/1/2026).

Dia turut menguraikan sektor IKM yang paling terdampak bencana banjir bandang di tiga provinsi tersebut. Sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan paling banyak terdampak dengan jumlah 1.706 unit.

Kemudian, sektor kimia, sandang, dan kerajinan mencapai 699 unit. Lalu, sektor logam, mesin, elektronika mencapai 408 unit. Serta, sektor aneka sebanyak 11 unit.

"Dan ini menegaskan bahwa dampak bencana paling besar terjadi pada sektor-sektor berbasis kebutuhan dasar dan aktivitas produksi lokal," tegasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6