Liputan6.com, Jakarta - Valuasi Apple yang menembus lebih dari Rp 90 kuadriliun menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (30/7/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer datang dari Menkomdigi Meutya Hafid yang mengungkap modus baru radikalisme berkedok bantuan yang mengincar anak-anak.
Lebih lengkapnya, simak tiga beita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
Advertisement
1. Susul Nvidia, Valuasi Apple Tembus Rp 90 Kuadriliun
Apple melampaui kapitalisasi pasar sebesar USD 5 triliun (Rp 90,3 kuadriliun) dalam perdagangan saham pada Selasa (28/7/2026), menjadikan Apple sebagai perusahaan publik kedua dengan valuasi fantastis tersebut.
Kapitalisasi pasar dihitung berdasarkan pengalian harga saham perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Angka ini dapat berubah seiring berlanjutnya program pembelian kembali saham Apple.
Pencapaian ini berhasil ditaklukkan setelah Apple menyentuh USD 4,9 triliun (Rp 88,4 kuadriliun) dan merebut kembali gelar Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Keduanya pun terus bergantian menempati posisi tersebut dan Apple menyusul Nvidia masuk ke “klub eksklusif.”
Diwartakan 9to5Mac, Kamis (30/7/2026), Nvidia menjadi perusahaan pertama yang menembus USD 5 triliun (Rp 90,3 kuadriliun) pada 29 Oktober 2025, didorong lonjakan permintaan GPU untuk sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Apple membalikkan keadaan dengan menjadi perusahaan kedua yang mencapai angka sebesar itu.
Apple mencetak rekor dunia sebagai perusahaan dengan nilai pasar USD 1 triliun (Rp 18 kuadriliun) pada 2 Agustus 2018, saat harga saham AAPL melampaui USD 207.05 (Rp 3,7 kuadriliun) sebelum saham dilakukan setelahnya.
2. Menkomdigi Ungkap Modus Baru Radikalisme Berkedok Bantuan yang Incar Anak-Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310930/original/079505100_1785381492-Menkomdigi.jpeg)
Penyebaran paham radikalisme di ruang digital kini bertransformasi menggunakan pola yang jauh lebih halus.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan kelompok ekstremis tak lagi mengandalkan narasi kebencian atau kekerasan secara terbuka untuk menggaet korban, melainkan melalui tawaran bantuan dan kedekatan personal.
Modus anyar ini mengincar kelompok rentan, terutama anak-anak, dengan cara membangun kepercayaan terlebih dahulu sebelum menyisipkan paham radikal.
"Kekerasan dimulai dengan sebuah uluran tangan, bantuan pengobatan, pelunasan utang, pengiriman bantuan yang bersifat personal, lalu disusul janji-janji kesejahteraan. Setelah kepercayaan terbentuk, barulah mereka diarahkan pada paham yang ekstrem," kata Meutya, dikutip dari Antara, Kamis (30/7/2026).
Meutya mencontohkan, iming-iming yang diberikan acap kali menyasar kebutuhan mendasar calon korban. Namun, janji-janji manis tersebut hanya menjadi pintu masuk manipulasi.
"Janji-janji terhadap kesejahteraan sebagai contoh misalnya di sini janji sekolah gratis, tetapi sampai di sana justru disuruh menikah," ujar Meutya menjelaskan betapa kontrasnya janji awal dengan realitas yang dialami korban.
Ancaman ini bukan sekadar kekhawatiran tanpa bukti. Meutya mengungkap data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang pada Mei 2026 berhasil menggagalkan upaya perekrutan terhadap 112 anak melalui satu platform digital saja.
Advertisement
3. Pengiriman Chipset Anjlok 15 Persen, Qualcomm dan MediaTek Terpukul Paling Parah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563550/original/078622200_1776906448-Snapdragon.jpg)
Badai kelangkaan chip memori yang terus berlanjut kini menjalar tajam ke rantai pasok komponen utama smartphone. Tak hanya produsen ponsel yang kelimpungan, industri pembuat mikroprosesor (chipset) juga terhempas krisis mendalam sepanjang paruh pertama 2026.
Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset Counterpoint Research, pengiriman chipset smartphone secara global tercatat merosot hingga 15 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Diwartakan GSMArena, Kamis (30/7/2026), penurunan signifikan ini mempertegas betapa seriusnya hambatan produksi dan tingginya biaya komponen di tingkat global.
Dua pemain terbesar di industri pemrosesan seluler, Qualcomm dan MediaTek, menjadi pihak yang paling merasakan hantaman keras.
Kedua raksasa produsen System-on-Chip (SoC) tersebut mengalami penurunan pengiriman diperkirakan mencapai 25 persen jika dibandingkan dengan semester pertama 2025.
Bagi Qualcomm, lini prosesor flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 5, beserta jajaran chip kelas premium lainnya hanya mencatatkan pertumbuhan yang sangat terbatas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311957/original/053974000_1785469440-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-31T104301.344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4595131/original/089153000_1696226192-trac-vu-Yut0WQE3jzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3435876/original/088473500_1619011279-034131300_1562660996-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4595131/original/089153000_1696226192-trac-vu-Yut0WQE3jzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568333/original/020706600_1777356265-apple-logo-sumudu-mohottige-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4879430/original/059892300_1719761953-mICROSOFT.jpg)