F5 Gandeng SurePath untuk Berburu Shadow AI, Apa Itu?

88% organisasi atau perusahaan mengaku menghadapi kendala operasional dan keamanan akibat pemanfaatan AI yang tidak terkontrol.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 14:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI), ancaman baru yang tak terlihat kini mengintai korporasi besar. Banyak karyawan mulai menggunakan perangkat dan integrasi AI tanpa izin, menciptakan jejak berbahaya yang dikenal sebagai shadow AI.

Mengutip Techradar, Senin (20/7/2026), shadow AI terjadi saat karyawan menggunakan alat AI yang tidak disetujui tanpa pengawasan formal, informasi sensitif dapat berakhir di platform yang belum disetujui, dipantau, atau diamankan oleh perusahaan.

Risiko seputar perlindungan data, kepatuhan, dan tata kelola adalah nyata, sehingga organisasi atau perusahaan harus menanggapinya dengan serius.

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan keamanan siber F5 meluncurkan F5 AI Security Platform yang diperkuat dengan akuisisi strategis SurePath AI untuk mendeteksi serta memblokir penggunaan AI ilegal di seluruh jaringan enterprise.

SurePath AI bertindak sebagai garda depan berteknologi network-based AI discovery. Sistem ini mampu melacak penggunaan aplikasi AI tidak resmi secara real-time tanpa mengganggu atau mengubah arsitektur aplikasi yang telah berjalan di perusahaan.

Berdasarkan laporan State of Application Strategy (SOAS) 2026 yang dirilis oleh F5, sebanyak 88% organisasi mengaku menghadapi kendala operasional dan keamanan akibat pemanfaatan AI yang tidak terkontrol.

Krisis kian menajam karena 98% korporasi global saat ini tengah bersiap mengadopsi agentic AI--ekosistem di mana agen-agen AI dapat bertindak, mengakses data sensitif, dan mengeksekusi perintah secara otonom melampaui hak akses manusia biasa.

Ketidakpastian ini memicu risiko fatal seperti manipulasi perintah (prompt injection), pembocoran rahasia dagang, hingga aksi liar agen AI di luar wewenang yang bisa merusak kepercayaan konsumen seketika.

"Sebagian besar sistem keamanan AI saat ini hanyalah berupa pelapis (wrapper) di sekitar chatbot. Itu bukan sistem keamanan yang sesungguhnya," ungkap Chief Product Officer F5, Kunal Anand.

Ia menjelaskan F5 AI Security Platform memberikan visibilitas penuh secara pasif untuk memburu shadow AI dan mengendalikan setiap API serta agen AI, di mana pun infrastruktur tersebut dijalankan.

 

Siklus Pertahanan Melalui Empat Pilar Utama

Integrasi teknologi SurePath AI dan F5 menciptakan siklus perlindungan berkelanjutan yang berfokus pada eliminasi ancaman shadow AI melalui empat pilar:

  • AI Discovery: Mendeteksi seluruh aktivitas aplikasi dan agen AI di jaringan secara pasif. Tim keamanan kini tidak hanya tahu apa yang sedang berjalan, melainkan juga intensi dan tujuan di balik alur kerja tersebut.
  • AI Governance: Menerjemahkan kebijakan privasi dan kepatuhan regulasi korporasi menjadi batas tegas yang secara otomatis menyaring prompt serta output AI.
  • AI Security Testing: Melakukan pengujian stres (stress-test) pra-produksi terhadap lebih dari 140.000 pola serangan siber pada basis data ancaman AI global.
  • Perlindungan AI Runtime: Menolak infiltrasi secara instan melalui sistem guardrails interaktif yang terbukti memiliki efektivitas hingga 98,2% dalam mencegah kebocoran data.

 

Kedaulatan Data dan Fleksibilitas Implementasi

F5 AI Security Platform memberikan kebebasan penuh bagi para CISO untuk menggelar sistem ini di berbagai infrastruktur--mulai dari on-premises, air-gapped, hingga hybrid dan public cloud.

Fleksibilitas ini menjadi krusial bagi sektor industri dengan aturan super ketat yang memerlukan kepatuhan mutlak atas lokasi penempatan data (data residency & sovereignty).

Berbekal pengalaman tiga dekade F5 dalam mengamankan aplikasi global, solusi ini hadir sebagai jawaban komprehensif untuk menaklukkan ekosistem AI dan memegang kendali penuh atas masa depan digital enterprise.

Â