Penyebab Harga iPhone hingga Layanan Apple Melonjak Tinggi

Produk seperti iPhone hingga layanan Apple mengalami kenaikan harga tidak hanya karena kelangkaan RAM. Ini penyebab lainnya.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga perangkat keras Apple, termasuk iPhone tidak diterima dengan baik oleh para pengguna setiamya.

Hal itu masih permulaan karena produk serta layanannya pun mulai ikut naik. Selama beberapa minggu terakhir, Apple telah menaikkan harga di berbagai lini dengan alasan berbeda-beda.

Mulanya, Apple melakukan peningkatan besar-besaran di lini hardware pada 25 Juni. Demikian sebagaimana dilansir 9to5Mac, Senin (20/7/2026).

MacBook Neo naik USD 100 (Rp 1,7 juta) menjadi USD 699 (Rp 12,5 juta), MacBook Air 13 inci naik USD 200 (Rp 3,5 juta) menjadi USD 1,299 (Rp 23,3 juta), dan iPad model standar naik USD 100 (Rp 1,7 juta) menjadi USD 449 (Rp 8 juta).

Produk lain juga terdampak, seperti, MacBook Pro, iPad Air, iPad Pro, iPad mini, Mac mini, iMac, Mac Studio, Apple TV 4K, HomePod, HomePod mini, dan Apple Vision Pro.

Perusahaan menyatakan hal ini terjadi karena kenaikan harga pada komponen memori dan penyimpanan. CEO Apple, Tim Cook, menyebut pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi penyebab utama akibat konsumsi masif memori ber-bandwidth tinggi.

Kenaikan harga bahkan meluas hingga produk-produk rekondisi. MacBoook Neo rekondisi 256GB yang baru saja didaftarkan Apple harganya USD 599 (Rp 10,7 juta), sama dengan harga model terbaru sebelum kenaikan harga ini.

Sementara itu, harga iPhone di Jepang juga naik sekitar 8% hingga 11%, atau sebesar ¥8.000 (Rp 883.792) hingga ¥20.000 (Rp 2,2 juta), tergantung model. Apple tidak memberikan alasan, namun kemungkinan karena lemahnya nilai tukar yen belakangan ini.

Harga iPhone di Amerika Serikat (AS) belum naik, namun ada kemungkinan lini iPhone terbaru yang meluncur musim gugur nanti akan hadir dengan harga lebih tinggi.

Bukan Hanya Hardware

Selain hardware, harga AppleCare+ baru-baru ini mengalami kenaikan. Paket baru untuk model Mac dan iPad yang dijual saat ini naik sebesar 50 cent (Rp 8.971) per bulan atau USD 5 (Rp 89.745) per tahun.

Pelanggan lama akan tetap mendapat harga lama, dan harga AppleCare One tetap di angka USD 19.99 (Rp 358.840) per bulan, merupakan paket gabungan yang relatif lebih menguntungkan.

Hari Jumat (17/7/2026), Apple kemudian menaikkan harga Apple Music dan sebagian besar paket bundel Apple One.

Apple Music kini seharga USD 11.99 (Rp 215.232) per bulan untuk individu, sedangkan paket keluarga ada di USD 19.99 (Rp 358.840). Perusahaan secara tidak langsung mengatakan kenaikan ini dikarenakan biaya lisensi musik semakin menguras dompet.

 

Kelangkaan Komponen

Harga paket Apple One Family dan Premier naik hingga USD 2 (Rp 35.902), sedangkan paket individu tetap sama.

Apple tidak menjelaskan secara rinci mengenai paket bundel ini, namun kenaikan tersebut mencakup Apple Music versi Family, yang mengalami kenaikan terbesar.

Secara keseluruhan, lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan komponen, biaya lisensi, dan kemungkinan nilai tukar uang. Membeli perangkat keras, layanan perlindungan, atau membayar layanan langganan, kini kamu perlu mengocek dompet dalam-dalam.