Sukses

NASA Pamer Baju Astronaut Baru untuk Berjalan di Bulan

Liputan6.com, Jakarta - NASA kali ini membawa terobosan terbaru untuk para astronaut yang akan berpergian ke luar angkasa maupun pulang dari luar angkasa.

Terobosan ini berupa baju luar angkasa yang berbeda dari sebelumnya, mulai dari fungsi dan yang paling terlihat adalah desain dari baju luar angkasa itu sendiri.

Mengutip situs resmi NASA, Jumat (18/10/2019), kedua baju luar angkasa yang baru ini akan digunakan untuk Misi Artemis, yaitu misi untuk mendaratkan perempuan pertama dan laki-laki selanjutnya di Bulan.

Dua baju luar angkasa ini akan digunakan di saat yang berbeda, ada yang digunakan untuk melakukan perjalanan di Bulan, dan satu lagi digunakan untuk perjalanan ke Luar Angkasa serta perjalanan kembali ke Bumi.

Misi Bulan sebelumnya adalah Apollo 11 yang memberangkatkan Neil Amstrong dan awak astronot lainnya.

 

2 dari 3 halaman

Si Oranye Orion

Orion merupakan nama untuk baju luar angkasa yang akan digunakan astronaut ketika hendak memasuki Luar Angkasa dan kembali ke permukaan Bumi. Dengan kata lain, baju ini disebut juga sebagai baju pesawat ulang-alik

Berwarna oranye terang, baju ini nantinya akan mempermudah tim penyelamat untuk mengidentifikasi astronaut ketika tiba di Bumi. Alih-alih ketika meraka mendarat di Lautan Luas.

Berbeda dari baju sebelumnya, Orion dibuat lebih nyaman dan kuat untuk menghadapi berbagai hal yang akan terjadi selama keberangkatan dan kedatangan astronaut.

Mereka akan lebih mudah bernapas menggunakan baju ini dikarenakan terdapat sistem ventilasi canggih yang akan membuat karbondioksida keluar dari baju tersebut.

Lebih lagi, baju ini dilengkapi dengan pengaturan suhu yang akan membuat astronaut tetap sejuk dalam baju yang tebal.

Di setiap baju Orion, astronaut akan mendapatkan peralatan bertahan seperti suar pendeteksi, pisau penyelamat, alat sinyal dengan cermin, lampu sorot, senter, peluit, dan tongkat cahaya.

3 dari 3 halaman

Untuk Berjalan di Bulan

Peneliti NASA telah mempersiapkan baju luar angkasa khusus yang akan digunakan untuk berjalan di Bulan. Baju ini disebut Exploration Extravehicular Mobility Unit atau disingkat sebagai xEMU.

Peneliti memodifikasi lebih lanjut baju xEMU supaya astronaut dapat lebih nyaman dan tahan di permukaan Bulan. Proses modifikasi ini dibantu dengan data-data yang telah didapatkan melalui misi sebelumnya, Apollo 11.

Dengan mendapatkan data bahwa tanah Bulan terdiri dari pecahan yang mirip kaca kecil, xEMU memiliki serangkaian fitur tahan debu untuk mencegah penghirupan atau kontaminasi sistem pendukung kehidupan (Life Support) yang berada di bagian punggung astronaut.

xEMU juga dibuat untuk menahan suhu ekstrem minus 156 derajat Celcius di tempat teduh dan hingga 121 derajat di bawah sinar Matahari.

Melihat juga dari astronaut Apollo 11 yang susah berjalan di permukaan bulan, xEMU dilengkapi dengan modifikasi yang dapat memudahkan astronaut untuk berjalan di permukaan bulan.

Modifikasi ini berupa perubahan-perubahan yang terdapat di baju xEMU, seperti bantalan di setiap sendi, pakaian yang terdapat tekanan, dan sepatu dengan sol fleksibel.

Di bagian helm pun terdapat alat komunikasi yang dapat diaktifkan melalui perintah suara dan alat komunikasi ini telah dimodifikasi supaya tidak akan terganggu apabila terkena keringat dari astronaut sendiri.

Dengan menggunakan xEMU, astronot akan dapat menaiki pesawat dengan membelakangi pesawat. Jadi, mereka tidak akan perlu susah payah menaiki tangga di keadaan tanpa gravitasi.

(Keenan Pasha/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
NASA: Asteroid 620 Meter Sedang Mengarah ke Bumi Sebelum Thanksgiving
Artikel Selanjutnya
Bocorkan Kapan Manusia Bisa Tinggal di Mars, Ini Penjelasan NASA