Sukses

Penjelasan Kenapa Bulan Masih Muncul pada Siang Hari Selama Oktober

Liputan6.com, Jakarta - Bulan purnama yang muncul pada Oktober 2019 dilaporkan kerap terlihat pada siang hari. Sekarang hingga 21 Oktober 2019 --Last Quarter Moon atau Bulan Kuartal Terakhir-- adalah waktu yang tepat untuk melihat rembulan tersebut.

Lantas, mengapa fenomena ini bisa terjadi? Meskipun secara teknis Bulan mengalahkan matahari dalam sinar gamma, namun untuk urusan panjang gelombang cahaya, Bulan selalu berpendar jauh kurang terang dari mentari --400.000 kali lebih cemerlang.

Itulah sebabnya, Bulan akan tampak kewalahan ketika ia muncul bersama matahari di langit. Bagaimanapun, satelit alami Bumi ini hanya memantulkan sinar matahari.

Lantas, mengapa Bulan menjadi terlihat pada siang hari?

Bulan terbit di langit timur dan terbenam di barat, sama seperti objek lainnya yang tampak di angkasa malam. Itu karena Bumi berputar dari timur ke barat.

Namun, Bulan sebenarnya mengorbit di arah yang berlawanan, dari barat ke timur.

Lihatlah Bulan selama beberapa malam berturut-turut. Bila memungkinkan, Anda akan mendapati Bulan ini berada pada posisi yang sedikit lebih ke timur setiap malam, saat menjadi purnama, atau berubah menjadi Bulan baru dengan pencahayaan 0%.

Ada 29,5 hari di antara Bulan purnama dan Bulan bakal muncul sekitar 50 menit pasca-matahari terbenam setiap malam. Di sisi lain, itu artinya Bulan terbenam sekitar 50 menit kemudian di barat setiap malam.

Jadi, pada malam hari setelah Bulan purnama, satelit alami Bumi ini kian bersinar dan semakin bersinar lagi pada pagi berikutnya. 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Mengapa Bulan Purnama Malam Hari Diikuti Purnama Siang Hari?

Bulan purnama terjadi ketika Bumi berada di antara matahari dan Bulan. Itu sebabnya, Bulan 100% diterangi cahaya mentari.

Bulan purnama terbit sekitar matahari terbenam, bersinar sepanjang malam, dan terbenam sewaktu matahari terbit keesokan paginya.

Saat itulah Anda bisa menyaksikan Bulan purnama muncul di ufuk timur ketika senja, dan terbenam pada senja hari berikutnya di barat.

Malam berikutnya setelah "Bulan purnama siang hari," Bulan akan terbit di timur sekitar 50 menit setelah matahari terbenam, lalu terbenam 50 menit setelah matahari terbit keesokan paginya. 

Berapa lama bulan pagi berlangsung?

Waktu terbaik untuk melihat Bulan pada siang hari adalah tepat setelah Bulan purnama, ketika bentuknya besar dan cerah, dan yang terpenting, posisinya relatif rendah di atas cakrawala barat.

Namun, Bulan ada di sana, di suatu tempat, hampir setiap hari --hanya sulit untuk melihatnya ketika ia tidak banyak bersinar. Ditambah Bulan semakin dekat dengan matahari, sehingga cahanyanya hilang tertelan matahari.

Contoh utama dari hal itu adalah sebelum dan sesudah Bulan baru, ketika 1% Bulan sabit ada di langit, tetapi sangat dekat dengan matahari, sebelum matahari terbit (sebelum Bulan baru) atau setelah matahari terbenam (setelah Bulan baru). Hampir mustahil untuk melihatnya, tetapi layak untuk diburu.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pantang Menyerah, India Kembali Rencanakan Misi Ketiga ke Bulan pada 2020
Artikel Selanjutnya
Video Ini Tunjukkan Hal yang Terjadi Jika Posisi Bulan Digantikan Planet Lain