Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Selasa (24/6) saling bertentangan terkait apakah Teheran telah menyetujui inspeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap fasilitas nuklirnya.
Perbedaan pandangan itu muncul ketika para pejabat kedua negara masih bernegosiasi mengenai langkah-langkah untuk mengakhiri perang secara permanen. Sementara itu, tim teknis dari AS dan Iran melanjutkan pembicaraan di Swiss. Demikian seperti dikutip dari laporan Associated Press.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan kepada wartawan di Teheran bahwa para inspektur PBB tidak dijadwalkan untuk memeriksa lokasi-lokasi nuklir yang dibom oleh AS tahun lalu.
Advertisement
Pernyataan tersebut sekaligus membantah komentar yang disampaikan sehari sebelumnya oleh Wakil Presiden AS JD Vance, yang menyebut Iran telah menyetujui inspeksi tersebut.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa jika Iran memang tidak menyetujui inspeksi maka Washington akan segera menghentikan pembicaraan dengan Teheran.
Namun, Trump menambahkan bahwa tidak ada urgensi agar inspeksi itu segera dimulai.
"Saya akan langsung menghentikan pembicaraan dengan Teheran jika mereka tidak menyetujui inspeksi," kata Trump kepada wartawan.
Hingga Selasa, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) belum memberikan tanggapan terkait kemungkinan keterlibatannya dalam proses inspeksi tersebut.
IAEA diketahui telah beberapa kali keluar masuk Iran sejak perang 12 hari dengan Israel pada 2025, tetapi belum memperoleh akses ke fasilitas pengayaan uranium yang dibom dan menjadi sasaran serangan AS.
Iran selama ini menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai. Namun, IAEA menyatakan bahwa Iran memiliki persediaan uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi yang berpotensi digunakan untuk membuat senjata nuklir apabila negara itu memutuskan melakukannya.
Pekan lalu, AS dan Iran mencapai kesepakatan yang mengharuskan Teheran mengencerkan stok uranium yang telah diperkaya. Sebagai imbalannya, Washington akan mencabut sanksi yang didukung AS terhadap Iran.
Kesepakatan tersebut juga memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan perjanjian yang lebih luas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8308852/original/088836100_1782174973-AP26173443606356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)