Sukses

Dijual Rp 24 Juta, Apa Samsung Galaxy S10 Plus Layak Dibeli?

Liputan6.com, Jakarta - Samsung Galaxy S10 Plus resmi diluncurkan di San Francisco, Amerika Serikat, bersama dengan dua saudaranya, Galaxy S10 dan Galaxy S10e.

Galaxy S10, Galaxy S10 Plus, dan Galaxy S10e mulai bisa dipesan di Indonesia melalui jalur pre-order pada 22-28 Februari 2019. Dari ketiga smartphone tersebut yang paling mahal adalah Galaxy S10 Plus.

Galaxy S10 Plus dengan RAM 12GB dan memori internal 1TB ditawarkan dengan harga Rp 23,999 juta, varian RAM 8GB dan memori internal 512GB Rp 18,499 juta, serta model RAM 8GB dan memori internal 128GB Rp 13,999 juta.

Bundling pre-order meliputi paket Galaxy Watch 42mm, cashback Rp 1 juta, dan bundling paket Telkomsel, XL, dan Indosat.

Dari harga dan paket pre-order tersebut, apakah Galaxy S10 Plus layak kamu beli?

Untuk mempertimbangkannya, mari kita simak sejumlah fitur kunci dari Galaxy S10 Plus, yang diklaim tidak dimiliki smartphone kebanyakan.

Dynamic AMOLED screen

Layar Dynamic AMOLED pada seri Galaxy S10 merupakan layar smartphone terbaik untuk saat ini. Layar tersebut merupakan dynamic OLED pertama di dunia dan smartphone pertama yang mendapatkan sertifikasi HDR10 +.

Layar tersebut sebenarnya sama jernihnya dengan AMOLED, tetapi reproduksi warna dari Dynamic AMOLED lebih kaya dan detail. 

2 dari 5 halaman

Lubang di Layar

Daya tarik lain dari seri Galaxy S10 adalah lubang di layar yang di dalamnya tersemat lensa kamera. Faktanya, desain inovatif ini menarik perhatian para pecinta gadget di dunia.

Membuat lubang pada layar untuk kamera selfie atau kamera utama adalah tren yang sedang berkembang di industri smartphone, dan ini cukup keren.

Berkat desain ini, smartphone dapat mencapai rasio screen-to-body yang jauh lebih baik. Galaxy S10 Plus, misalnya, menampilkan rasio screen-to-body hingga 93,1 persen. Demikian seperti dikutip dari BGR, Jumat (22/2/2018).

Sensor Sidik Jari di Layar

Fitur baru lain yang ada pada Samsung Galaxy S10 Plus adalah sensor sidik jari di dalam layar. Inovasi ini tentunya membuat desain smartphone terlihat lebih clean dan tidak mengambil ruang tambahan di bagian depan atau belakang bodi.

Yang perlu Anda lakukan adalah menyentuh layar di tempat tertentu untuk membuka kunci smartphone, membuka aplikasi, atau mengautentikasi pembayaran seluler.

 

3 dari 5 halaman

Triple Kamera

Galaxy S10 Plus memiliki tiga kamera belakang dengan Dual OIS. Masing-masing lensa beresolusi 12MP dengan f/2.4 (telephoto), lensa wide angle 12MP f/1.5, dan lensa ultra wide 16MP f/2.2.

Kamera belakang ini dapat melakukan 0,5/2x hingga 10x optical zoom. Ditambah dua kamera depan yang masing-masing beresolusi 10MP dan 8MP RGB Depth.

Mengisi Daya Baterai Nirkabel

Teknologi pengisian daya Samsung sangat cepat, yang memungkinkan Anda mengisi baterai smartphone dari 0-15 persen hanya dalam waktu 15 menit.

Sekarang, berkat dukungan Fast Wireless Charging 2.0, Anda dapat mengisi daya Galaxy S10 dengan charger nirkabel dengan cepat.

 

4 dari 5 halaman

Bisa Isi Daya Perangkat Lain Secara Nirkabel

Galaxy S10, Galaxy S10 Plus, dan Galaxy S10e dilengkapi teknologi Wireless PowerShare. Fitur ini memungkinkan seri Galaxy S10 untuk mengisi daya perangkat lain yang memiliki teknologi wireless charging.

Ini artinya, Galaxy S10 Plus tak hanya bisa mengisi daya smartphone lain secara nirkabel, tetapi juga bisa mengisi daya smartwatch atau perangkat lain yang mendukung wireless charging. 

Memori hingga 1,5 TB

Samsung menawarkan Galaxy S10 dalam beberapa tingkatan penyimpanan internal yang berbeda, termasuk memori internal 1TB pada Galaxy S10 Plus.

Selain itu, setiap model Galaxy S10 juga menyertakan dukungan microSDXC, sehingga Anda dapat menambahkan penyimpanan eksternal hingga 512GB.

5 dari 5 halaman

RAM 12GB

Galaxy S10 Plus memiliki opsi RAM dan memori internal 8GBGB/128GB, 8GB/512GB, dan 12GB/1TB. Dengan kapasitas sebesar itu, Samsung masih memberikan opsi menambahkan memori penyimpanan lewat microSD berkapasitas maksimal 512GB.

Kecerdasan Buatan

Samsung telah menyematkan banyak fitur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ke dalam Galaxy S10. Ada satu fitur khusus yang sepertinya akan disukai banyak pengguna, meski mereka tidak menyadarinya secara langsung.

Galaxy S10 memiliki fitur yang dapat mempelajari kebiasaan pengguna, termasuk saat mereka cenderung membuka dan menggunakan aplikasi tertentu setiap hari.

Setelah pola diidentifikasi, aplikasi akan dimuat secara otomatis di background pada waktu tertentu (setiap hari) sebelum pengguna membukanya.

Hasilnya, pengguna dapat membuka aplikasi jauh lebih cepat. Smartphone juga akan menutup aplikasi dari background pada waktu-waktu tertentu ketika diprediksi tidak akan digunakan, sehingga menghemat sumber daya dan masa pakai baterai.

(Isk/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Loading