Sukses

Lawan Cheater di Gim Fortnite, Epic Games Akuisisi Perusahaan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Bagi kamu yang sering main gim pasti sudah tidak asing lagi dengan cheater atau pemain bermain curang. Karena itu, semakin populer gim tersebut di pasaran, maka makin banyak pula cheater.

Ambil contoh gim battle royale yang sedang populer saat ini, yaitu Fortnite.

Sejak meluncur pada 2017, Epic Games, selaku pengembang berusaha keras meredam jumlah pemain yang berbuat curang di dalam gim.

Sayang, hingga saat ini hal tersebut masih belum berhasil. Tak patah arang, Epic Games memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan pembuat anti-cheat bernama Kamu.

"Bergabung dengan keluarga Epic merupakan mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan, dan kami bersemangat untuk membantu pengembang gim atasi cheater di dalam gim," ungkap CEO Kamu, Simon Allaeys yang dikutip dari Ubergizmo, Rabu (10/10/2018).

CEO dan founder Epic Games, Tim Sweeney, juga menyambut gembira bergabungnya Kamu ke dalam keluarga besar perusahaannya.

Sweeney mengatakan, "tim Kamu dan tools-nya merupakan kunci untuk memberikan pengalaman terbaik dan adil bagi seluruh pemain setia Fortnite."

 

2 dari 3 halaman

Tawarkan Layanan ke Perusahaan

Gim Fortnite di Galaxy Note 9 (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Sebelum bergabung dengan Epic Games, Kamu sudah menyediakan layanan anti-cheat buatannya ke sejumlah gim dan perusahaan lain.

Meski sudah diakuisisi oleh Epic Games, perusahaan berbasis di Helsinki, Finlandia tersebut tetap akan menawarkan layanannya ke perusahaan gim lain.

3 dari 3 halaman

Hacker Marak Jual Akun Fortnite Curian di Instagram

Fortnite kini sudah menyambangi iOS (sumber: Epic Games)

Sebelumnya, Motherboard mengungkap laporan tentang maraknya hacker yang jual akun Fortnite di Instagram.

Dikutip dari Softpedia, Kamis (4/10/2018), ternyata ada beberapa akun di Instagram yang menjual barang-barang curian di dunia siber, salah satunya adalah akun Fortnite.

Padahal, Instagram sebelumnya tidak pernah menjadi platform yang menarik bagi para pelaku kriminal siber tersebut.

Namun, pengawasan konten yang lebih longgar ketimbang jejaring sosial lain membuat pelaku kriminal menjadikan Instagram sebagai tempat berjualan baru.

(Ysl/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Gim Lawas Dance-Dance Revolution Bakal Diadaptasi ke Layar Lebar
Artikel Selanjutnya
DLC Perdana Gim Shadow of the Tomb Raider Segera Dirilis, Kapan?