Sony Suntik Mati CD Game PlayStation Mulai 2028

Sony menghentikan total produksi game berbentuk CD untuk seluruh game baru di platform PlayStation mulai 2028.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Era kepemilikan fisik dalam dunia video game tampaknya segera berakhir. Menyusul langkah kontroversial Rockstar yang berencana merilis Grand Theft Auto VI secara digital penuh, Sony kini maju dengan gebrakan yang jauh lebih radikal: menghapus media fisik selamanya.

Raksasa teknologi asal Jepang tersebut resmi mengumumkan bahwa mulai Januari 2028, mereka akan menghentikan total produksi game berbentuk piringan cakram (CD/disc) untuk seluruh game baru di platform PlayStation.

Artinya, setiap game yang meluncur setelah tenggat waktu tersebut hanya bisa dibeli secara digital melalui PlayStation Store, atau lewat kode digital di ritel tertentu.

Kebijakan ini hanya berlaku bagi game anyar, sementara game yang sudah beredar sebelum tahun 2028 dinyatakan tetap aman. Demikian sebagaimana dikutip dari GSMArena, Kamis (2/7/2026).

Sony berdalih pergeseran tren industri hiburan dan preferensi konsumen menjadi alasan utama di balik keputusan ekstrem ini. Klaim mereka, mayoritas komunitas PlayStation kini lebih memilih kepraktisan format digital dibandingkan fisik.

Namun, bagi para gamer, kaset fisik bukan sekadar media penyimpanan. Sejak era konsol pertama lahir, kemampuan membeli game, memasukkannya ke mesin, dan langsung bermain adalah daya tarik utama yang tak tergantikan.

Terlebih lagi, fisik game memberikan hak milik penuh--bisa dipegang, dipajang, dipinjamkan ke teman, atau dijual kembali sebagai barang bekas (secondhand) untuk menutupi modal pembelian.

 

Kelestarian Sebuah Karya

Hak-hak konsumen inilah yang selama ini menjadi duri dalam daging bagi penerbit game dan Sony. Sebab, mereka tidak mendapatkan keuntungan sepeser pun dari perputaran pasar sekunder tersebut setelah pembelian pertama.

Selain faktor ekonomi, kaset fisik menjamin kelestarian sebuah karya. Selama konsolnya berfungsi, game tersebut dapat dimainkan selamanya tanpa ketergantungan pada koneksi internet.

Sebaliknya, membeli versi digital memicu risiko besar. Konsumen tidak pernah benar-benar "memiliki" game tersebut, melainkan hanya menyewa hak akses.

 

PlayStation Store Tutup untuk PS3

Ironisnya, bersamaan dengan pengumuman ini, Sony juga mengonfirmasi penutupan PlayStation Store untuk konsol lawas PS3 dan PS Vita mulai tahun ini.

Meski unduhan untuk game yang sudah dibeli masih diizinkan, Sony hanya memberi jaminan "dalam jangka waktu yang bisa diprediksi".

Kalimat abu-abu ini menjadi bukti sahih bahwa toko digital tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Kapan pun mereka mau, korporasi dapat menghapus game dari pustaka digital secara legal.

Lonceng kematian media fisik telah berdentang, dan Sony adalah yang pertama mengayunkannya. Langkah ini diprediksi akan segera diikuti oleh Microsoft dan Nintendo pada konsol generasi berikutnya.