Liputan6.com, Jakarta - Koreksi harga Bitcoin pada siklus kali ini dinilai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan pasar bearish sebelumnya. Manajer aset kripto Bitwise menyebut pelemahan harga bukan dipicu aksi jual besar-besaran, melainkan karena berkurangnya permintaan dari investor.
Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (11/7/2026), salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Spot Taker Cumulative Volume Delta (CVD), yakni indikator yang mengukur keseimbangan antara pembeli dan penjual yang melakukan transaksi secara agresif di pasar spot.
Saat indikator tersebut berada di zona hijau, permintaan riil dari pembeli mendorong kenaikan harga. Sebaliknya, zona merah menunjukkan dominasi aksi jual.
Advertisement
Berdasarkan data CryptoQuant dalam periode 90 hari, aktivitas pasar Bitcoin didominasi pembeli sejak akhir April hingga Mei. Pada periode tersebut, harga Bitcoin sempat menembus level US$ 80.000.
Namun, sejak awal Juni hingga memasuki Juli, indikator tersebut bergerak netral. Yang menarik, selama periode itu tidak tercatat satu hari pun pasar didominasi tekanan jual agresif.
Bitwise menilai kondisi tersebut menunjukkan reli Bitcoin hanya kehilangan tenaga akibat menurunnya minat beli, bukan karena investor beramai-ramai melepas kepemilikannya.
Setelah turun dari puncak harga Mei menuju kisaran US$ 50.000, Bitcoin bergerak dalam tren mendatar selama sekitar lima pekan. Kenaikan harian sekitar 1,5 persen yang terjadi belakangan juga dinilai masih merupakan bagian dari pergerakan pasar yang netral, bukan sinyal pembalikan tren.
Â
Investor Institusi Mengubah Karakter Bear Market Bitcoin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
Senior Investment Strategist Bitwise, Juan Leon, menilai perubahan karakter pasar Bitcoin terjadi karena komposisi investor saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Menurut dia, saat ini terdapat dua kelompok utama investor. Kelompok pertama adalah investor yang sudah memiliki Bitcoin dan memanfaatkan penurunan harga untuk menambah kepemilikan secara bertahap melalui strategi dollar-cost averaging.
Sementara itu, kelompok kedua merupakan investor institusi dengan dana besar yang masih menunggu kepastian regulasi aset kripto di Amerika Serikat sebelum mulai berinvestasi.
Leon mengatakan situasi tersebut sangat berbeda dibandingkan 2022. Saat itu banyak investor mempertanyakan apakah industri kripto masih dapat bertahan. Kini, menurutnya, investor justru lebih fokus menentukan waktu terbaik untuk masuk ke pasar dan besaran alokasi investasi.
Tidak adanya aksi panik maupun pembelian agresif membuat harga Bitcoin bergerak mendatar.
Data Bitwise juga menunjukkan penurunan harga Bitcoin pada siklus saat ini sekitar 50 persen, lebih rendah dibandingkan koreksi 78 persen pada 2022 dan 84 persen pada 2018.
Leon menilai perubahan tersebut terjadi karena kepemilikan Bitcoin mulai bergeser dari investor ritel yang bersifat spekulatif menuju investor profesional.
Â
Advertisement
Regulasi AS Dinilai Jadi Kunci Kebangkitan Bitcoin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
Bitwise juga menyoroti perpindahan arus investasi ke sektor lain sebagai salah satu penyebab melemahnya permintaan Bitcoin.
Sejak April, dana investasi melalui ETF saham produsen chip memori yang diuntungkan tren kecerdasan buatan (AI) disebut menerima aliran dana sekitar US$ 12 miliar atau sekitar Rp 216,6 triliun (kurs Rp 18.054 per dolar AS).
Sebaliknya, ETF Bitcoin spot justru mencatat arus keluar dana lebih dari US$ 4 miliar atau sekitar Rp 72,2 triliun.
Menurut Bitwise, kondisi tersebut dipengaruhi inflasi yang masih tinggi, ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi, serta ketidakpastian geopolitik global, bukan karena melemahnya fundamental Bitcoin.
Perusahaan itu memperkirakan arus dana dapat kembali masuk ke Bitcoin apabila regulasi di Amerika Serikat semakin jelas. Salah satu aturan yang dinilai berpotensi menjadi katalis adalah CLARITY Act, yang diharapkan membuka jalan bagi investor institusi untuk lebih mudah berinvestasi di aset kripto.
Pandangan serupa juga disampaikan pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ). Ia menilai pelemahan harga saat ini masih merupakan bagian dari siklus empat tahunan Bitcoin.
Menurut Zhao, setiap siklus selalu menghasilkan level harga dasar yang lebih tinggi. Ia mencontohkan, titik terendah Bitcoin pada siklus kali ini berada di kisaran US$ 60.000, jauh di atas posisi sekitar US$ 16.000 saat krisis FTX.
Menariknya, Zhao menyebut perhatian utamanya saat ini bukan lagi regulasi kripto, melainkan regulasi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kedua sektor tersebut kini semakin bersaing dalam memperebutkan perhatian regulator maupun aliran modal investasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3504864/original/048171300_1625731008-042390000_1519626842-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1020309/original/005939600_1444809154-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8522069/original/068552400_1782450343-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_12.03.51__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)