Review Film Clayface: Kisah Asal Sang Musuh Ikonis Batman, Bikin Jatuh Iba hingga Ngilu

Elemen yang paling menarik dari film Clayface, justru dari segi horornya.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 18:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Apa ini akhir dari hidup Matt Hagen, atau justru jadi pembuka jalannya membalas dendam?

Sisi Emosional Matt Hagen

Bisa dibilang Clayface punya vibes yang berbeda dari banyak film jagoan super lain. Alih-alih bertabur adegan aksi, film ini lebih mengeksplorasi tentang sisi emosional Matt Hagen. Tentang rasa dikhianati hingga jatuh di titik nadir. Bahkan ada pula bumbu romantis, soal belajar merasakan cinta--sesuatu yang hilang dari diri Matt Hagen di puncak kesuksesannya.

Eksplorasi identitas juga jadi salah satu penekanan dalam Clayface. Sosok Matt sebagai seorang aktor berkelindan dengan kekuatan dan wujud barunya. Semua bisa diatur, dan diubah, tapi mana sosok Matt Hagen yang asli? 

Adapun sang karakter utama juga didesain untuk membuat penonton jatuh iba. Sosok zero to hero yang kembali jatuh ke titik nadir dan menjadi korban ketidakadilan. Kegilaan yang ia lakukan, diset sebagai dampak dari semua yang selama ini ia alami. Hanya saja, transformasi Matt Hagen hingga kehilangan akal sehatnya memang terasa tiba-tiba.  

Body Horror yang Bikin Ngilu

Elemen yang paling menarik dari film ini, justru dari segi horornya. Tentunya ini berkat campur tangan Mike Flanagan sebagai penulis naskah, sosok yang selama ini dikenal lewat karya-karya horornya seperti Ouija: Origin of Evil, The Haunting of Hill House, dan The Haunting of Bly Manor. 

Formula dalam sinema horor cukup kental digunakan dalam Clayface, bahkan termasuk jumpscare. Namun yang paling terasa adalah kengerian yang timbul dari unsur body horror. Aneka visual yang ditampilkan secara eksplisit lumayan bikin ngilu. Mulai dari keadaan Matt Hagen saat dioperasi hingga aksinya dengan aneka benda-benda tajam. Beberapa kali pula muncul gambaran aneka bagian tubuh yang hancur. 

Jadi, untuk Anda yang gampang terpengaruh dengan visualiasasi seperti ini, mohon siapkan diri sebelum duduk dan menikmati film berdurasi 1 jam 48 menit ini. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All