Windah Basudara Dituding Jadi Buzzer dan Dibayar Mafia Usai Bersuara soal Karhutla

Windah Basudara diserang tudingan buzzer usai menyoroti karhutla. Simak responsnya dan awal mula polemik di media sosial.

Dalam Instagram Story pada Rabu, 14 Oktober 2026, Windah menumpahkan kekesalannya terhadap tudingan tersebut.

"As*h bela hutan dan hewan dibilang dibayar mafia, dibayar anies. Tapi gw akui buzzer2 ini lumayan research. Mrka tau gw gak buka saweria,” tulis Windah.

Ia juga mempertanyakan dugaan adanya aliran dana yang digunakan untuk membiayai akun-akun yang menyerangnya. Namun, hingga informasi yang diberitakan tersebut dipublikasikan, belum ada bukti terverifikasi yang menunjukkan bahwa tuduhan pembayaran terhadap Windah benar adanya maupun yang memastikan siapa pihak di balik akun-akun tersebut.

Polemik ini memperlihatkan bagaimana figur publik yang menyampaikan pendapat mengenai persoalan lingkungan bisa ikut terseret ke perdebatan politik di media sosial. Di tengah beragam reaksi yang muncul, isu utama yang diangkat Windah tetap berkaitan dengan dampak karhutla terhadap lingkungan, satwa liar, dan kesehatan masyarakat.

Bagi Windah, persoalan kebakaran hutan bukan sekadar topik yang lewat di linimasa. Ia menggunakan platform yang selama ini dikenal lewat konten gaming untuk menyampaikan keresahan dan mengajak audiensnya lebih peduli terhadap masalah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa diskusi di media sosial perlu tetap berfokus pada fakta. Kritik terhadap figur publik boleh disampaikan, tetapi tuduhan mengenai bayaran atau keterlibatan pihak tertentu sebaiknya tidak dianggap sebagai kebenaran tanpa bukti yang jelas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All