Memasuki Era Interoperabilitas

Kini kita mulai memasuki Era Interoperabilitas. Babak ketika kemampuan digital negara tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang dimiliki masing-masing institusi

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 13:02 WIB
Copy Link
Batalkan
Berdasarkan opini dari:
Rahmat Danu Andika - Principal Expert, Dewan Ekonomi Nasional.Koordinator Harian DPI - Perlinsos.

Liputan6.com, New York - Ada banyak alasan mengapa transformasi digital pemerintah tidak mudah. Tetapi ada jauh lebih banyak alasan mengapa kita tidak boleh berhenti memperjuangkannya.

Per 15 Oktober 2026, lebih dari 9 juta KK, mencakup sekitar 35 juta jiwa, telah terdaftar melalui Perlinsos Digital. Dalam beberapa hari terakhir, pendaftaran mencapai sekitar 650 ribu KK per hari, bahkan pada jam sibuk bisa mencapai 5.000 pendaftaran per menit.

Angka ini tentu belum mencerminkan keberhasilan reformasi perlindungan sosial secara keseluruhan. Masih banyak yang harus diperbaiki.

Namun, ada sesuatu yang menurut saya patut direfleksikan.

Dengan sumber daya yang terbatas, tanpa harus membangun seluruh infrastruktur baru dari nol, kita mulai mampu mengoperasikan layanan publik dengan volume ratusan ribu pendaftaran setiap hari.

Kapasitas ini lahir bukan dari kemampuan satu institusi, melainkan dari kolaborasi berbagai institusi yang saling melengkapi.

Selama bertahun-tahun, transformasi digital pemerintah banyak berfokus pada pembangunan sistem di masing-masing institusi. Fondasi itu penting, tetapi kecanggihan setiap sistem tidak otomatis menghasilkan layanan publik yang baik.

Kini kita mulai memasuki Era Interoperabilitas. Babak ketika kemampuan digital negara tidak lagi hanya ditentukan oleh apa yang dimiliki masing-masing institusi, tetapi oleh seberapa baik sistem, data, proses, dan manusia dapat bekerja bersama.

Tentu, kenyataannya jauh lebih rumit daripada sekadar menghubungkan teknologi. Kita harus menyatukan proses bisnis, kewenangan, kepentingan, dan cara kerja berbagai institusi. Sering kali tantangan terbesarnya justru bukan teknologi.

Saya berada di dalam pemerintahan saat ini dan melihat langsung berbagai keterbatasan, persoalan birokrasi, serta banyak hal yang masih harus dibenahi.

Tetapi saya juga menyaksikan begitu banyak orang baik dan kompeten di berbagai institusi yang terus mencari jalan keluar, bahkan ketika keadaan jauh dari ideal. Kemajuan Perlinsos sejauh ini adalah buah kegigihan kolektif. Bukan hasil kerja satu orang, satu tim, atau satu institusi.

Dan perjalanan ini masih sangat panjang.Keberhasilan sesungguhnya bukan pada jutaan pendaftaran, melainkan seberapa jauh kita bisa menghadirkan perlindungan sosial yang lebih adil dan tepat sasaran.

Bagi saya, Era Interoperabilitas bukan semata babak baru transformasi teknologi pemerintah. Ini tentang membangun cara baru negara bekerja. Bukan semata pekerjaan pemerintah, tapi Ini agenda bangsa, bagian dari perjuangan untuk terus membangun peradaban yang lebih baik, di mana negara semakin mampu hadir dan bekerja untuk rakyatnya.

Jalannya tidak selalu mulus. Kemajuannya mungkin tidak secepat yang kita harapkan. Tetapi kita tidak punya kemewahan untuk menyerah.We simply cannot.