- Hasil visum dugaan TPKS Betrand Peto sudah keluar, namun kubu ANW belum mengetahuinya.
- Pakaian ANW sebagai bukti krusial belum diserahkan ke Polda Metro Jaya.
- ANW berhenti bekerja karena doxing dan ancaman, berharap Polda tangani kasus serius.
Liputan6.com, Jakarta - Betrand Peto atau Betrand Putra Onsu terseret dalam perkara dugaan TPKS yang kini masih bergulir. Hasil visum yang berkaitan dengan perkara tersebut dikabarkan sudah keluar. Kuasa hukum ANW, Eddy Sianipar, mengaku turut mendengar kabar itu, baik dari pemberitaan media maupun pernyataan Polda Metro Jaya.
ANW merupakan terduga korban dalam perkara yang menyeret anak Ruben Onsu itu. Meski kabar visum sudah beredar, Eddy mengaku timnya belum mengetahui isi hasil pemeriksaan tersebut hingga saat ini.
Hasil Visum Belum Diketahui Kubu ANW
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347411/original/060024500_1789305245-1280.jpg)
"Cuman, per hari ini, terkait dengan apa hasil visumnya atau detailnya bagaimana terkait dengan hasil visum tersebut, kita juga belum dapat hal tersebut, belum dapat kabar itu, ya," ungkap Eddy saat ditemui di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/10).
Eddy menegaskan, pihak yang berwenang membuka isi visum kepada publik adalah Polda Metro Jaya. Ia pun menyerahkan sepenuhnya penyampaian detail hasil tersebut kepada penyidik.
Meski begitu, ia menilai perkara ini sudah selayaknya terus bergulir. Menurutnya, para saksi telah diperiksa dan hasil visum juga sudah ada, sehingga proses hukum tidak semestinya berhenti.
"Biar bagaimanapun itu nanti, harusnya prosesnya memang harus tetap dilanjutkan. Karena apa? Yang pertama kan saksi-saksi sudah diperiksa, dan juga visum juga sudah ada," ungkap Eddy Sianipar.
Bukti Pakaian Belum Diserahkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366491/original/097566000_1791268983-27747.jpg)
Selain soal visum, kabar mengenai barang bukti krusial yang belum diserahkan ke Polda Metro Jaya ikut disorot. Eddy membenarkan bahwa bukti yang dimaksud adalah pakaian yang dikenakan ANW pada malam kejadian.
Kubu ANW disebut terus berkoordinasi dengan penyidik agar bukti tersebut bisa segera diserahkan. Namun, hingga kini belum ada kepastian jadwal penyerahan dari kepolisian. Eddy juga menyebut belum ada informasi pemanggilan baru maupun BAP tambahan untuk kliennya.
"Cuman sampai sekarang kita belum mendapatkan respon ataupun balasan dari pihak Polda Metro Jaya kapan bukti tersebut bisa kami serahkan, seperti itu," tutur Eddy Sianipar.
Di sisi lain, Eddy mengungkapkan ANW memilih berhenti bekerja untuk sementara karena doxing dan ancaman yang diterimanya. Meski begitu, ia memastikan kliennya tetap mendapat dukungan dari keluarga, dan berharap Polda Metro Jaya menangani kasus ini secara serius, profesional, akuntabel, dan berkeadilan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3579753/original/089827300_1632296561-InternetMati1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561710/original/027708500_1776757647-cek_fakta_bansos_ibu_hamil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354329/original/018308100_1790048277-IMG-20260921-WA0249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364475/original/087143000_1790996969-ferry_juan_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362859/original/048278600_1790833140-Id_rather_lie_xoxo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362458/original/002168100_1790788531-1000650947.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347410/original/057777500_1789304677-IMG-20260913-WA0083.jpg)