- Tim pengacara menyerahkan bukti krusial dan nama saksi untuk memperkuat proses hukum TPKS.
- Identitas saksi dirahasiakan agar dapat memberi keterangan bebas dan penyidik objektif.
- Hasil visum korban telah keluar dan sedang dipelajari oleh penyidik Polda Metro Jaya.
Liputan6.com, Jakarta - Tim pengacara ANW dan DYP, pelapor dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, guna memperkuat proses hukum yang tengah berjalan. Kedatangan mereka kali ini sekaligus menyerahkan sejumlah bukti serta mengajukan nama-nama saksi yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut.
Perwakilan tim advokat, Tua Ambarita, menjelaskan bahwa bukti yang diserahkan kepada penyidik dinilai krusial untuk membantu mengungkap perkara secara lebih utuh. Selain itu, pihaknya juga meminta sejumlah saksi segera dipanggil untuk memberikan keterangan.
"Kedatangan kami hari ini ke Unit PPA, untuk menyerahkan sejumlah bukti yang sangat krusial. Dan juga menyebutkan nama-nama kepada penyidik untuk segera dipanggil, untuk segera dimintai keterangannya," ujar Tua Ambarita di PPA Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).
Meski telah menyerahkan nama-nama saksi, tim kuasa hukum enggan mengungkap identitas mereka kepada publik. Pengacara lainnya, Sadam Sitorus, menyerahkan kewenangan mengenai pengumuman saksi kepada pihak kepolisian.
"Biar proses nanti, biar humas saja yang memberitahukan ya. Karena memang perkara ini kan kemudian ada yang harus kita... tidak semua harus saya sampaikan, tetapi nanti teman-teman media pasti tahu lah siapa-siapa orangnya. Nggak jauh-jauh dari yang ada di lokasi kejadian orang-orangnya," kata Sadam.
Alasan Merahasiakan Identitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348291/original/091487000_1789409215-1000636276.jpg)
Kerahasiaan tersebut, menurut Tua, dilakukan agar para saksi dapat memberikan keterangan secara bebas tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. Pihaknya juga ingin memberikan ruang kepada penyidik untuk menggali fakta secara objektif.
"Rahasia lah ya. Karena begini ya Kakak-kakak wartawan semua ya. Kenapa kita merahasiakan? Yang pertama, kami selaku kuasa hukum dari korban, ingin memberikan ruang yang bebas kepada penyidik untuk menggali fakta atau menyelidiki peristiwa ini secara utuh, transparan, objektif, dan berkeadilan," tuturnya.
Pada kesempatan sama, pihak kuasa hukum juga mengungkap perkembangan terkait dokumen medis korban. Sadam menyebut hasil visum et repertum telah keluar dan kini masih dipelajari oleh penyidik.
"Visum sudah keluar. Tetapi kemudian dari pihak penyidik ya, penyidik bilang masih sedang dalam mempelajari. Kita tetap pada prosesnya. Kita juga support penyidik untuk mempelajari hasil daripada visum tersebut. Supaya semua bisa disampaikan kepada publik, apa sebenarnya yang terjadi, begitu," terangnya.
Hasil Visum Jadi Kewenangan Penyidik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354333/original/098070900_1790048289-IMG-20260921-WA0265.jpg)
Sadam menyatakan akan memberikan waktu kepada penyidik untuk mempelajari hasil pemeriksaan medis tersebut. Mereka menegaskan bahwa penjelasan lebih lanjut mengenai hasil visum merupakan kewenangan penyidik.
"Oh, itu kewenangan daripada penyidik. Cuma kita bilang bahwa kita juga mengikuti lah dari apa yang mereka sampaikan terkait dengan proses mempelajari itu kan," imbuhnya.
Enggan Umbar Informasi di Luar Kewenangan
Sadam memastikan setiap informasi yang disampaikan oleh tim kuasa hukum kepada publik telah didasarkan pada keterangan yang mereka miliki. Ia juga menegaskan pihaknya tidak ingin memberikan informasi di luar fakta yang diketahui.
"Yang penting apa yang keluar dari tim kami sebagai kuasa, itu semua sudah disampaikan. Ya itulah adanya, begitu," pungkas Sadam.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769280/original/060584600_1710211493-cek_fakta_tahanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361902/original/027437400_1790753188-HOAX__27_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347410/original/057777500_1789304677-IMG-20260913-WA0083.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259259/original/002674800_1781493543-mufid-majnun-MHcg_VUA46c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362418/original/004524900_1790781091-Screenshot_2026-09-30-20-07-04-82.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362411/original/083226900_1790779631-IMG-20260930-WA0058.jpg)