Film Lobang Buaya Rilis 1 Oktober 2026, Ungkap Alasan di Balik Tanggal Penayangan

Film Lobang Buaya sebelumnya sudah tayang lebih dulu di Festival Film Rotterdam dan Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN).

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 15:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Sabar, ini bukan film tentang 30 September, atau refresh angle, atau remake-nya G30S/PKI. Bukan itu. Kalau pengen nonton film itu sabar, karena situasinya belum memungkinkan untuk bikin film itu," tegas Hanung.

Latar cerita "Lobang Buaya" mengambil momen setahun sebelum peristiwa 1965 meletus, dengan fokus pada desa bernama Lobang Buaya. Pendekatan horor dipilih Hanung secara sadar untuk membedah rasa takut kolektif masyarakat terhadap topik yang selama ini dianggap tabu dibicarakan.

"Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa '65? Jawabannya adalah horor. Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas," tutur Hanung dalam keterangan tertulisnya.

Sinopsis Lobang Buaya

Kisah dalam Lobang Buaya sendiri berpusat pada teror pembunuhan berantai terhadap tokoh desa dengan korban ditemukan tewas mengenaskan berpunggung berlubang serta sayatan kata sindiran di tubuh mereka. Kasusnya ditangani oleh Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) yang sama sekali tak percaya bahwa kasus ini berkaitan dengan kisah mistis.

Hanya saja istri Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset). turut mengalami teror dari arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan, membuka tabir bahwa kekacauan yang terjadi merupakan bagian dari ritual gelap yang dirancang mengubah arah sejarah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan