- The Changcuters konsisten tampil seragam selama dua dekade sebagai identitas band.
- Komitmen keseragaman kuat, jika ada personel lupa kostum, semua menyesuaikan.
- Gitaris Qibil atur konsep kostum sesuai acara dan rotasi warna pakaian.
Liputan6.com, Jakarta - Identitas The Changcuters tak hanya melekat pada musik mereka, tetapi juga penampilan yang selalu kompak dengan busana seragam. Selama lebih dari dua dekade berkarya, band asal Bandung ini konsisten mempertahankan ciri khas tersebut sebagai bentuk kebersamaan.
Bassist sekaligus General Manager The Changcuters, Dipa, mengungkapkan bahwa sejak band berdiri, mereka belum pernah tampil dengan kostum berbeda. Bahkan ketika salah satu personel mengalami kendala, mereka tetap mengutamakan keseragaman.
"Belum. Bahkan sampai sekali waktu pernah ada yang ketinggalan (koper). Satu orang, salah satu dari kita ketinggalan, kita harus harus membeli yang seragam… Itu karena komitmen kita," ungkap Dipa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Â
Keseragaman Jadi Identitas Utama The Changcuters
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5008980/original/000533000_1731778921-Axis_Nation_Cup_2024-30.jpg)
Hal senada disampaikan Tria. Menurutnya, jika ada personel yang lupa membawa atribut kostum, seluruh anggota akan menyesuaikan penampilan agar tetap terlihat seragam.
"Ya atau sederhana saja misalnya, 'Aduh, gua lupa enggak bawa dasi.' Ya udah, akhirnya misalnya kalau enggak ada nemu jalan buat dapatin dasi lagi, semuanya lepas dasi gitu," imbuh Tria.
Sementara itu, gitaris Qibil menegaskan bahwa keseragaman merupakan identitas utama The Changcuters.
"Pokoknya komitmen kita selama membawa nama The Changcuters, kita keseragaman. Bahkan tanpa harus ada video, hanya suara, tetap kita keseragaman. Begitu," tegas Qibil.
Â
Sesuaikan Kostum dengan Konsep Acara
Qibil juga menjadi sosok yang bertanggung jawab menentukan konsep kostum band. Ia selalu menyesuaikan warna pakaian dengan konsep acara sekaligus menghindari penggunaan kostum yang terlalu berdekatan.
"Yang paling simpel, biasanya, saya lihat dulu background acaranya gimana. Apakah ada warna-warna tertentu di acara itu. Kayak gitu kalau misalnya bebas, bebasnya ya udah gimana mood aja ya. Sama ya rotasinya itu jangan terlalu mepet lah. Misalnya kemarin pakai baju hitam ya sekarang jangan pakai baju hitam lagi," pungkas Qibil.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173342/original/086261900_1742833372-The_Changcuters_0.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182422/original/064261300_1744087897-kisah-nyata-spesial-rev5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316034/original/055960200_1785910044-49577.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573709/original/062799400_1777950625-AFP__20260505__2274561148__v2__MidRes__The2026MetGalaCelebratingCostumeArtArrivals.jpg)