Ivanka Slank Kenang Momen Terakhir Bersama Sang Ibunda

Ivanka Slank mengenang sosok ibunya sebagai madrasah yang mengajarkannya tentang cinta dan pengorbanan. Baca selengkapnya di sini yuk...

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 17:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bassist Slank, Ivanka, berduka atas meninggalnya sang ibunda, Nikma Arifin.
  • Ibunda Ivanka meninggal setelah sakit 3-4 tahun dan baru pulang dari rumah sakit.
  • Ivanka mengenang ibunya sebagai madrasah pertama dan mengajak berbuat baik.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana duka menyelimuti keluarga bassist Slank, Ivanka Slank, setelah sang ibunda, Nikma Arifin, meninggal dunia. Di hadapan keluarga, kerabat, dan para pelayat yang hadir di pemakaman, Ivanka menyampaikan sambutan penuh haru sekaligus mengenang sosok ibunya yang begitu berarti dalam hidupnya.

Mengawali sambutannya, Ivanka mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelayat yang telah meluangkan waktu untuk mengantar kepergian sang ibunda ke tempat peristirahatan terakhir. "Terima kasih buat teman-teman, saudara-saudara saya yang sudah sudi meluangkan waktunya untuk ikut ke pemakaman ibu saya," ucap Ivanka.

Terima Kabar Duka di Pagi Hari

Ivanka kemudian menceritakan bahwa dirinya menerima kabar duka pada pagi hari. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, diperkirakan Nikma Arifin telah meninggal dunia sejak dini hari. 

"Yang mana tadi pagi jam 9 atau jam 10 saya dikabari bahwa ibunda saya wafat. Setelah dicek oleh dokter, dokter bilang katanya diperkirakan wafat sekitar jam 5 pagi," tuturnya.

Menurut Ivanka, sang ibunda telah berjuang melawan sakit selama kurang lebih tiga hingga empat tahun. Bahkan, sehari sebelum meninggal dunia, Nikma Arifin baru saja diperbolehkan pulang ke rumah setelah menjalani perawatan selama sekitar satu pekan di rumah sakit.

"Beliau sudah sakit sekitar 3-4 tahun. Kemarin itu beliau baru pulang dari rumah sakit setelah perawatan sekitar satu minggu. Jam 4 sore beliau sudah bisa pulang dari rumah sakit ke rumah," kenangnya.

Percakapan Terakhir dengan Ibunda

Ivanka juga mengungkapkan percakapan terakhirnya dengan sang ibu melalui video call. Saat itu, ia melihat kondisi ibunya yang tampak sangat lelah sehingga meminta sang ibu untuk beristirahat.

"Saya video call, terus saya lihat memang mukanya kayak lelah sekali. Terus saya bilang, 'Udah Ma, istirahat aja. Istirahat, istirahat.' Ternyata beliau memang berkehendak untuk istirahat yang panjang," ujar Ivanka dengan suara bergetar.

Di tengah rasa kehilangan, Ivanka mengajak semua yang hadir untuk mengambil pelajaran dari kepergian sang ibunda. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu selama hidup untuk berbuat baik sebagai bekal menuju kehidupan setelah kematian.

"Semoga ini jadi nasihat buat kita semua, mumpung kita semua masih hidup dalam dunia ini, di sinilah kita menjadi ladang untuk mencari amal sebanyak-banyaknya untuk menuju perjalanan panjang di kehidupan yang abadi yang enggak akan ada akhirnya," ungkapnya.

Sosok Nikma di Mata Ivanka

Bagi Ivanka, Nikma Arifin bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sosok yang membentuk perjalanan hidupnya. Ia menyebut ibunya sebagai madrasah pertama yang mengajarkannya tentang kasih sayang, pengorbanan, dan berbagai nilai kehidupan.

"Beliau, mama saya ini adalah madrasah saya yang mengajarkan saya tentang cinta, mengajarkan saya tentang pengorbanan, dan banyak hal lainnya," tuturnya.

Menutup sambutannya, Ivanka kembali mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan di tengah masa duka yang dialaminya. "Saya ucapkan terima kasih banyak buat semua, handai taulan, keluarga, sahabat-sahabat saya yang luar biasa. Tanpa kalian saya tidak bisa sekuat ini. Terima kasih banyak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Jelang The Icon Indonesia Grand Final Result, Simak Megahnya Penampilan Felicia - Vedra Pekan Lalu

Wulan Noviarina AnggrainiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan