Derby Romero Tarik Hikmah Syuting Film Ikatan Darah, Sorot Bahaya Judol dan Duit Instan dari Pinjol

Derby Romero menyebut film Ikatan Darah potret sosial masyarakat Indonesia. Di dalamnya, membahas fenomena gap sosial hingga sulitnya cari uang.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bukan sekadar film action yang dipenuhi adegan baku hantam, Derby Romero menyebut Ikatan Darah sebagai potret sosial masyarakat Indonesia. Di dalamnya, membahas gap sosial hingga sulitnya mencari uang. Tak sedikit warga yang kemudian mencari jalan pintas dengan main judi online alias judol atau bahkan utang lewat pinjaman online atau pinjol. Ini pula yang dirasakan tokoh Bilal dalam Ikatan Darah karya sineas Sidharta Tata. Bilal diperankan Derby Romero dengan apik. Berkaca pada naskah, sang aktor menarik sejumlah hikmah.

Derby Romero berpendapat bukan tak mungkin di luar sana, ada banyak Bilal yang berjuang demi terbebas dari kecanduan judol maupun jeratan pinjol. Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini, bintang film Petualangan Sherina mengingatkan, hati-hati dengan rayuan bisa menang puluhan juta dari gim daring atau iming-iming pinjaman dengan bunga superlunak plus syarat mudah. Ini bisa jadi awal dari bencana finansial bahkan, musibah bagi seluruh anggota keluarga tercinta.

“Memang segala sesuatu yang instan itu belum tentu baik. Bahkan, menurut aku, jangan pernah mencari jalan instan. Karena, jalan instan, biasanya juga akan instan gagalnya,” ujar Derby Romero membahas jalan pintas yang dipilih Bilal ternyata berujung petaka.

“Riil. Ini visi, misi dan pesan yang mau disampaikan Tata tentang konflik maupun fenomena sosial, yang marak terjadi. Apalagi dengan gap sosial ekonomi di Indonesia. Bukan sekadar bak bik buk ini film drama keluarga yang berdarah-darah,” katanya.

 

Sedih Boleh, Menyerah Jangan

Sementara itu, Livi Ciananta menyebut karakter Bilal maupun Mega yang dimainkannya menyangga beban berat. Bilal dikejar-kejar anak buah gangster. Mega terpaksa pensiun dini sebagai atlet pencak silat akibat cedera bahu. Sejak itu, hidup terasa lebih sulit.

Dari atlet pencak silat, Mega banting setir jadi pramusaji rumah makan. “Ini kata-kata Bilal. Sedih boleh, menyerah jangan. Itu menjadi salah satu kalimat motivasi terbesar Mega sampai akhirnya dia bangkit walau harus pensiun sebagai seorang atlet,” kenang Livi Ciananta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Omong-omong soal gangster, dalam film Ikatan Darah ada tokoh bernama Primbon. Dialah pemimpin gangster yang memburu Bilal. Mega terseret dalam pusaran konflik mematikan ini. Primbon diperankan Rifnu Wikana. Ikatan Darah menandai kali pertama Livi Ciananta adu akting dengan aktor peraih Piala Citra itu. Mulanya, Livi Ciananta berpikir kapasitas akting Rifnu Wikana bakal mengintimidasinya sebagai aktris pendatang baru. Ternyata tidak. “Aku merasa bakal terintimidasi dengan skill akting yang dia punya. Tapi, ternyata dia malah membawa aku bukan menunjukkan diri aktingnya paling keren. Dia mengajak,” beri tahunya.  

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan