6 Potret Kandang Kucing di Rumah Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad, Dirancang Khusus 

Kandang kucing Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad dibuat khusus selama 7 hari. Desain estetik, luas, dan nyaman untuk tiga kucing kesayangan.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 16:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Rumah Kotak Bertingkat dengan Scratching Post

Area kedua menampilkan rumah kucing berbentuk kubus bertingkat yang dilengkapi lubang bulat besar di tiap sisi. Tiang cakar dari tali rami tebal berdiri di setiap lantai, memberi wadah alami bagi kucing untuk menajamkan kuku. Setiap tingkat dilengkapi platform datar agar kucing bisa mendarat dengan aman sebelum masuk ke rumah. Desain ini memadukan estetika dan fungsi dengan sangat baik.

Lubang besar membuatnya cocok untuk kucing dewasa, tidak terasa sempit. Scratching post ditempatkan di posisi strategis sehingga kucing otomatis menggunakannya setiap kali naik atau turun. Aktivitas fisik dan mental mereka terpenuhi, sekaligus membantu mengurangi stres bagi kucing indoor. Semua sudut kayu dihaluskan agar tidak melukai kaki atau wajah kucing. Area ini juga sering digunakan sebagai tempat makan dan bermain bersama pemiliknya.

3. Jembatan Kayu Fleksibel

Jembatan gantung dari bilah kayu menjadi salah satu elemen paling menarik di kandang ini. Disusun sejajar dinding untuk keamanan, jembatan ini sedikit bergoyang saat dilintasi, melatih keseimbangan dan keberanian kucing. Jalur ini terhubung dengan rak utama serta area bubble, menciptakan sistem sirkulasi yang alami. Desain ini mencerminkan perhatian mendalam terhadap insting alami kucing yang suka menjelajah.

Selain melatih koordinasi otot, jembatan ini memberi stimulasi mental yang penting bagi kucing indoor. Gerakan ekor yang tegak saat berjalan di atasnya menandakan mereka merasa percaya diri. Ornamen kayu berbentuk kepala kucing menghiasi bagian ujung, menambah kesan tematik tanpa mengganggu fungsi. Permukaannya polos tanpa karpet agar mudah dibersihkan dari bulu. Area ini secara keseluruhan berfungsi seperti arena agility mini di dalam rumah.

4. Kandang Utama dengan Pintu Kaca Geser

Kandang utama menjadi pusat perhatian karena ukurannya yang luas dan desainnya yang modern. Bentuknya menyerupai ruangan kecil tertutup dengan pintu kaca geser, memberi kesan rapi dan elegan. Material kayu natural dipilih agar senada dengan konsep rumah Salsha dan Ibrahim. Tidak seperti kandang pabrikan, area ini dibuat secara custom dengan pengaturan detail.

Bagian dalam kandang dilengkapi sistem panjat dinding berupa tangga dan papan pijakan. Beberapa rumah kecil dengan lubang bundar ditempatkan di level berbeda, memungkinkan kucing memilih tempat sesuai mood. Ada juga jaring hammock di tengah yang menjadi area bersantai favorit mereka. Pencahayaan hangat dan ventilasi tersembunyi menjamin kenyamanan tanpa membuat pengap. Secara keseluruhan, area ini bukan sekadar kandang, tapi luxury cat room yang mengutamakan kebebasan dan kenyamanan.

5. Litter Box Otomatis

Di salah satu sudut kandang, terlihat litter box modern berbentuk kapsul putih futuristik. Jenisnya adalah self-cleaning litter box yang mampu membersihkan kotoran secara otomatis setelah kucing keluar. Desain oval dan ukuran besar membuatnya nyaman untuk kucing dewasa. Pintu masuknya rendah, ramah untuk segala usia.

Fitur otomatis ini mengurangi kontak langsung manusia dengan kotoran dan menjaga kebersihan ruangan. Aromanya tetap segar karena sistem penyaring internal bekerja setelah setiap penggunaan. Penempatan alat ini jauh dari area makan untuk menjaga sanitasi. Dengan teknologi ini, Salsha dan Ibrahim tidak perlu khawatir soal jadwal bersih-bersih harian. Pilihan ini menunjukkan perhatian besar mereka terhadap higienitas dan efisiensi perawatan.

6. Area Makan dan Minum Otomatis

Area makan diatur dengan perangkat digital seperti automatic feeder dan water fountain. Feeder merek PETKIT yang digunakan memiliki indikator porsi dan wadah tertutup agar makanan tetap segar. Air minum disediakan melalui dispenser otomatis yang mengalir terus, mendorong kucing untuk minum lebih banyak.

Penataannya rapi, ditempatkan di sudut khusus dekat lantai dengan kabel tersembunyi. Jaraknya cukup aman dari litter box, sesuai standar kesehatan kucing. Sistem otomatis ini membantu mengatur jadwal makan agar lebih terkontrol, terutama jika pemilik sedang bepergian. Konsepnya minimalis dan modern, menegaskan bahwa area makan pun bisa tampil elegan tanpa mengorbankan fungsionalitas.

7. Cupcake

Dalam salah satu potret, terlihat Cupcake—seekor kucing berbulu abu-abu putih yang kemungkinan besar merupakan jenis British Shorthair atau campurannya. Ia memiliki wajah bulat dengan pipi berisi serta mata amber yang tajam. Warna abu di kepalanya tampak seperti topeng alami yang menutupi bagian atas wajah hingga telinga. Sementara bagian bawahnya putih bersih, menonjolkan kontras yang elegan.

Cupcake sering terlihat berada di area rak atas, memanfaatkan bubble transparan sebagai tempat rebahan favorit. Posisi itu memberinya pandangan luas ke sekeliling ruangan, sesuai naluri alami kucing yang suka mengawasi lingkungan. Wajahnya yang tenang namun waspada menunjukkan rasa aman dan kepercayaan pada ruang barunya. Tak heran jika area ini disebut sebagai “zona observasi” oleh Salsha.

8. Suzy

Foto berikut memperlihatkan Suzy, kucing berwarna krem yang tengah menggunakan e-collar. Perangkat itu menandakan ia baru saja menjalani perawatan atau prosedur medis seperti steril. Bulunya panjang dan lembut, mirip jenis Persia, dengan pola garis halus khas tabby.

Suzy tampak santai berbaring di dalam kandang, di dekat mangkuk makan berwarna merah muda. Area kandang yang bersih dan tertata menunjukkan betapa pedulinya Salsha dan Ibrahim terhadap pemulihan peliharaannya. Meskipun harus menggunakan e-collar, Suzy tetap terlihat nyaman beristirahat. Foto ini menggambarkan fungsi nyata dari kandang yang aman sekaligus menenangkan.

9. Milo

Milo mungkin menjadi kucing paling fotogenik di antara ketiganya. Ia memiliki wajah bulat, hidung pesek, dan mata besar khas Exotic Shorthair. Corak bulu bicolor cokelat dan putihnya tampak seimbang dan menawan. Warna cokelat susu yang menutupi kepala hingga ekor berpadu dengan dada putih yang bersih.

Dalam foto, Milo tampak duduk manis di atas meja kaca dengan ekspresi mellow yang mengundang senyum. Postur kakinya yang pendek menambah kesan menggemaskan. Milo sering menjadi bintang di antara ketiga kucing karena karakternya yang jinak dan ekspresif. Ia menjadi representasi sempurna dari visi Salsha dan Ibrahim dalam membangun kandang: nyaman, estetik, dan penuh kasih.

Pertanyaan seputar Kandang Kucing Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad

1. Berapa jumlah kucing peliharaan Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad?

Mereka memiliki tiga ekor kucing bernama Cupcake, Milo, dan Suzy.

2. Apa alasan pasangan ini membuat kandang khusus untuk kucingnya?

Selain agar lebih nyaman, mereka juga berencana mengawinkan kucing-kucingnya.

3. Berapa lama proses pembuatan kandang tersebut?

Proses pengerjaan kandang memakan waktu tujuh hari dengan desain menyesuaikan rumah.

4. Apakah kandang tersebut dibuat profesional atau buatan sendiri?

Kandang dibuat secara custom oleh tenaga profesional dengan material kayu dan kaca.

5. Apakah kucing-kucing mereka selalu berada di dalam kandang?

Tidak, menurut Salsha, kucing-kucing mereka lebih sering jalan-jalan bebas di rumah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan