“Only monsters play god.”
Liputan6.com, Jakarta - Itulah kalimat yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kisah satu ini. Lagi-lagi, Frankenstein (2025) bisa jadi salah satu karya terbaik sutradara Guillermo Del Toro. Diadaptasi dari novel ciptaan Mary Shelley yang terbit pertama kali pada tahun 1818, setiap aspek yang terdapat dalam film ini merupakan suatu kesempurnaan jika kamu pecinta horror-gotik.
Film yang tayang di Netflix 7 November lalu ini dibuka dengan adegan menegangkan antara sekelompok pelaut yang kapalnya terjebak di lautan membeku dan dikejutkan dengan ledakan yang muncul dari kejauhan. Dari sana, mereka menemukan seorang pria dan membawanya menuju kapal mereka. Tanpa mengetahui bahaya apa yang tengah mengintai.
Sesosok makhluk tinggi nan besar, dengan jubahnya yang compang-camping dan suara yang terbata-bata ketika berbicara datang memporak-porandakan kapal mereka dan membunuh para awak kapal yang berani menghalangi dirinya. Satu kata yang terlontar dari mulut sang-makhluk, “Victor!”
Waktu mereka tidak lama. Sang-makhluk tidak dapat mati dan Victor Frankenstein (Oscar Isaac) hanya punya sedikit waktu untuk menceritakan kisahnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Makhluk apa yang mengejar dirinya? Dan yang pasti, seperti apa kebenarannya?
Reimajinasi Gelap nan Menyayat Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412965/original/090596000_1763109899-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_1.53.05_PM.jpeg)
Frankenstein versi Guillermo Del Toro bisa dibilang sebagai salah satu adaptasi paling ambisius dari kisah klasik Mary Shelley. Guillermo berhasil membawa warisan kisah klasik ini ke dalam konteks era modern tanpa kehilangan aspek gotiknya.
Dengan pendekatan yang lebih gelap dan filosofis, Guillermo menggeser narasi ke ranah yang lebih dalam. Yaitu pertanyaan moral mengenai teknologi penciptaan, eksperimen biologis, dan batas kemanusiaan di zaman ketika sains berkembang jauh lebih cepat daripada empati dan etika.
Alih-alih sekadar horor monster, film ini mengangkat sisi eksistensial yang membuat penonton merenungkan ulang posisi manusia sebagai pencipta dan konsekuensi dari keputusan yang lahir dari obsesi. Hasilnya adalah reinterpretasi yang terasa modern, relevan, dan tetap memiliki jejak elegan dari kisah aslinya.
Ditambah dengan sentuhan Guillermo yang khas, yaitu menjahit ketakutan dengan kesedihan sehingga setiap makhluk yang diciptakan bukan lagi sekedar monster, melainkan jiwa yang terluka. Dengan begitu, ia lagi-lagi berhasil membuat audiens berempati terhadap salah satu sosok makhluk fiksi yang paling di salah pahami dalam dunia sastra ini.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412964/original/048313400_1763109899-WhatsApp_Image_2025-11-14_at_1.54.58_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1370746/original/079933500_1476176709-Oscar_Isaac.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)