Suami Mpok Alpa Ungkap Kondisi Anak-Anak Sepeninggal Almarhumah, Si Sulung Pingsan Kenakan Baju Mendiang

Suami Mpok Alpa juga mengatakan bahwa anak mereka yang kembar gelisah sejak mendiang berpulang.

Diterbitkan 19 Agustus 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kepergian komedian Mpok Alpa tidak hanya menyisakan duka bagi sang suami, Aji Darmaji, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi ketiga buah hati mereka. Terutama si sulung Sherly serta si kembar Raffa dan Raffi.

Aji Darmaji menuturkan bahwa ikatan batin antara ibu dan anak begitu kuat, sehingga si kembar yang masih bayi pun sempat jatuh sakit. Menurutnya, anak-anak merasakan kegelisahan sejak hari pertama ibunya berpulang.

"Kalau si kembar, dari mulai awal pertama almarhum masih mau dikebumikan, gelisah sampai sakit. Mungkin batin ya, ikatan batin sama orang tua kan lebih kuat," kata Aji di kediamannya, Kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025).

"Karena biasa kan kalau almarhum pulang syuting kan, buka pintu, 'Assalamualaikum Boboboy!' gitu sambil teriak. itu langsung 'Eh eh eh!' gitu. Jadi ciri khas suaranya tuh buat di mindset bayi itu kenceng. Makanya kemarin kan panas tuh dua-duanya," tutur suami Mpok Alpa yang telah mengarungi 12 tahun pernikahan dengan sang pesohor. 

 

Putrinya Pingsan, Rindu pada Mpok Alpa

Sementara itu putri sulungnya, Sherly, juga masih berduka. Aji mengatakan bahwa putrinya masih sangat terpukul dan sering menangis, hingga sempat pingsan karena tak kuasa menahan rindu pada sang ibu.

"Iya, masih drop. Masih, masih drop. Untuk ngomong juga belum mau ketemu orang kan, masih nangis. Apalagi yang malam sempat pingsan," ungkap Aji.

Aji menyebut insiden pingsan terjadi saat Sherly mencoba mengenakan salah satu pakaian kesayangan Mpok Alpa. Aji menceritakan bahwa putrinya itu mungkin terkejut saat melihat bayangannya di cermin yang begitu mirip dengan mendiang ibunya.

"Katanya sekali-kali pengen pakai baju mamanya nih. Kan ada baju ciri khasnya almarhumah, setiap ada pengajian tuh suka dia pake, dipake sama dia tuh. Dipake masih bisa jalan, akhirnya pingsan sendiri. Dia mungkin melihat kaca kali," tuturnya.

Pelan-Pelan Beri Pemahaman pada Anak

Untuk putra keduanya, Alfatif Darmadina atau yang akrab disapa Petong, Aji sengaja memberikannya ruang untuk beraktivitas dan bermain. Tujuannya adalah agar pikiran Petong tidak terus menerus tertuju pada kesedihan dan kehilangan sosok ibunya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Jadi dia punya kesibukan sengaja kan kita suruh aktivitas, main aja nggak apa-apa. Asal jangan inget mamanya. Takut mindset-nya keganggu kan, jadi sedih kayak gitu, jadi ceria," kata Aji. Secara perlahan, Aji juga mencoba memberi pemahaman kepada anak-anaknya mengenai kepergian Mpok Alpa. Dengan bahasa yang sederhana, ia berusaha menguatkan hati mereka. "Kita nasehatin pelan-pelan kan anak-anak, 'Dek, Mama itu nggak pergi. Mama nunggu kita. Tinggal kita nih, kapan tunggu bagiannya,' bilang gitu. 'Nanti kita juga bakal ketemu Mama,' kayak gitu," ucap Aji Darmaji.

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan