Romantika Raihaanun Syuting Film Labinak, Jadi Guru Fisika Yang Naif, Bandel Sekaligus Pemberani

Aktris peraih 2 Piala Citra, Raihaanun membintangi Labinak karya sineas Azhar Kinoi Lubis. Dalam film ini, ia adu akting dengan Arifin Putra dan Jenny Zhang.

Diterbitkan 04 Agustus 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Raihaanun bintangi film horor Labinak, berperan sebagai guru fisika bernama Najwa.
  • Raihaanun dalami peran Najwa dengan mengubah warna rambutnya jadi lebih gelap.
  • Syuting Labinak teratur dan menyenangkan, berlokasi di Jakarta dan Bogor.

Liputan6.com, Jakarta Aktris peraih 2 Piala Citra, Raihaanun membintangi film horor Labinak karya sineas Azhar Kinoi Lubis. Dalam film ini, ia beradu akting dengan Arifin Putra, Naila D Purnama, Giulio Parengkuan, dan Jenny Zhang.

Di Labinak, Raihaanun memerankan Najwa, guru Fisika yang mengalami rangkaian teror. Seumlah persiapan ditempuhnya agar dapat berempati sekaligus mendalami karakter Najwa yang jadi pusat cerita.

“Waktu itu rambut aku lagi berwarna. Sutradara minta lebih digelapkan. Itu saja. Najwa guru Fisika yang harus bersinggungan dengan hal gaib, yang mana itu sangat bersinggungan dengan pelajaran yang dibawakan,” katanya.

Raihaanun menyebut para pemain film Labinak menyenangkan. Jenny Zhang misalnya, disebut sangat terbuka dalam berdiskusi sehingga aksi reaksi selama syuting terasa natural. Dalam Labinak, Jenny Zhang memerankan Diana, karakter antagonis.

“Jenny fun banget. Najwa kalau digambarkan dalam tiga kata itu naif, pemberani dan tambeng alias bandel. Bagaimana tuh, ha ha ha! Dia bikin gemas penonton,” bintang film Layangan Putus menyambung.

 

Di Balik Labinak

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, baru-baru ini, Raihaanun menyadari, kata Labinak terdengar kurang familier di kuping masyarakat. Ia lantas minta pencinta film membalik kata tersebut. Hasilnya: kanibal.

“Labinak simpel di balik jadi kanibal. Biar lebih unik makanya dibalik. Kalau enggak dibalik nanti sensornya jadi 21 tahun ke atas,” Raihaanun menjelaskan seraya menambahkan, syuting Labinak sekitar 20 hari di Jakarta dan Bogor.

 

Syuting Teratur dan Menyenangkan

“Syutingnya teratur. Kalau ada adegan malam tiga hari misalnya, besoknya break. Enggak dihajar syuting terus. Jam kerja teratur, menyenangkan, dan sehat. Najwa lebih ke adegan teror, bagaimana rasanya supaya benaran diteror, itu butuh sesuatu yang organik,” urainya.

Raihaanun lalu mengenang kali pertama ditawari syuting film Labinak. Mulanya, ia diberi premis dan sinopsis. Kesan pertama yang muncul di benaknya saat baca sinopsis, Labinak terasa seru sekaligus fun. Begitu naskah sampai ke tangannya, hawa horor sangat menyengat.

“Ketika baca naskah dari awal sampai akhir, memang semua scene yang dieksekusi itu harus diambil. Kalau enggak, cerita dan esensinya hilang. Ketika menerima tawaran ini, secara cerita bagian logika saja yang didiskusikan dengan sutradara,” ungkap Raihaanun.

 

Sama-Sama Seorang Ibu

Disinggung persamaan antara Najwa dengan karakternya di kehidupan nyata, Raihaanun menyebut hampir tak ada kemiripan. Justru perbedaan mencolok inilah yang membuatnya makin penasaran untuk memerankan Najwa di layar lebar.

“Jauh antara saya dan Najwa. Persamaanya bisa jadi, Hanun dan Najwa seorang ibu. Cara menghadapi anak seperti apa, memikirkan masa depan anak hingga rela berkorban demi anak. Itu yang sama dan memudahkan saya bertemu Najwa,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

IU Isyaratkan World Tour Tahun Depan, Album Baru Masih jadi Prioritas

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan