Melly Goeslaw Nangis Baca Puisi untuk Palestina, Walau Kematian Jadi Sahabat Namun Surga Menanti

Melly Goeslaw menghadiri Aksi Simpatik Selamatkan Kemanusiaan di Gaza di Jakarta, baru-baru ini. Ia menulis puisi berjudul “Kehilangan.” Begini isinya.

Diterbitkan 25 Mei 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sejak tiga hari yang lalu dia tidak makan

Namun kelaparan dan kemiskinan sudah menjadi biasa saja baginya

Sayup-sayup terdengar suara pengamen memainkan lagu “Bento”

>Disusul dengan lagu yang lainnya

Mulut sang ibu bergerak mengikuti lagu-lagu

Dan anak-anak kecil dengan kaki telanjang

Berputar-putar, menari sambil memainkan mainan bekas si anak tuan

Tak Ada Serangan di Sini

Tak ada serangan di sini

Tak ada maut yang mengintai

Di tanah ini, yang miskin dan yang kaya,

Semua bisa menyaksikan bintang bersinar di langit malam

Tidak demikian dengan Palestina

Tak ada suara lain selain dentuman-dentuman,

Yang mengantarkan berita kematian suami, istri, dan anak-anak

 

Darah dan dagingku malu melekat di diriku

Andainya aku kehilangan iba

Dan tak mau berdiri untuk Palestina

Apa, apa alasannya?

Apa coba alasannya kamu tidak mau berdiri untuk Palestina? Apa kata matamu saat menyaksikan anak kecil campang-camping? Hei Indonesia,

Di sini yang compang-camping itu pakaian, kain.

Kain dan pakaian.

Tapi di sana, yang compang-camping itu anak kecil

Kulit. Kulit yang terpisah dengan raga

 

Ya Allah,

Kami semua ingin sekali berdoa dan jika Engkau mengizikan

Bisakah kami bertukar tempat dengan mereka yang di sana?

Walau kematian jadi sahabat

Namun surga menanti

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan