Isi Rekaman Suara Kim Sae Ron soal Detail Hubungan dengan Kim Soo Hyun Sejak SMP dan Tanggapan Goldmedalist

Pihak keluarga mempublikasi rekaman suara Kim Sae Ron sebulan sebelum meninggal.

Diperbarui 07 Mei 2025, 21:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga kini juga telah mengajukan pengaduan resmi terhadap Kim Soo Hyun atas tuduhan pencemaran nama baik dengan tujuan menjadikan mereka sebagai sasaran hukuman pidana.

Informan Diserang

Pengacara Bu juga mengungkap bahwa seorang informan yang membantu keluarga Sae Ron mengalami serangan fisik serius setelah menolak tawaran untuk menjual bukti. “Informan tersebut diserang secara fisik hingga nyaris kehilangan nyawa,” ungkap Bu. 

Tak hanya itu, keluarga Kim Sae Ron juga melaporkan adanya dugaan penguntitan terhadap anggota keluarga mereka. “Kami juga menemukan kendaraan-kendaraan mencurigakan di dekat rumah bibi Kim Sae Ron yang diduga sedang menguntitnya,” kata Bu.

Bantahan Goldmedalist

Soal rekaman suara tersebut, pihak agensi Kim Soo Hyun melalui kuasa hukumnya langsung memberi sanggahan. Mereka mengklaim bahwa rekaman suara tersebut adalah hasil rekayasa.

“Goldmedalist telah menetapkan bahwa rekaman itu dibuat menggunakan teknologi AI atau teknologi serupa. Individu yang memberikan file audio tersebut kepada HoverLab (selanjutnya disebut “pemberi file audio”) adalah seorang penipu yang juga mendekati Goldmedalist, mengklaim memiliki rekaman di mana mendiang Kim Sae Ron memberikan pernyataan yang mendukung aktor Kim Soo Hyun,” terangnya.

“Pemberi file audio tersebut menuntut uang dari Goldmedalist dan mengirimkan sebagian dari rekaman yang telah dimanipulasi agar terdengar seperti suara mendiang Kim Sae Ron,” imbuhnya.

Bukti Palsu?

Goldmedalist juga mengatakan bahwa foto-foto yang diungkap oleh Hoverlab mengenai bekas luka informan yang diduga diserang secara fisik atas permintaan Goldmedalist adalah palsu. Foto-foto tersebut telah diunduh dari Google, yang kemudian dikonfirmasi dengan tangkapan layar.

Hoverlab dan pengacara Bu mengklaim bahwa informan tersebut diserang secara fisik setelah menolak tawaran untuk menjual bukti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan