Sinopsis Film We, Everyday Tayang di Bioskop Indonesia, Hadirkan Nostagia Kisah Cinta Masa SMA

Film We, Everyday, Kisah persahabatan masa SMA yang berubah jadi cinta, intip sinopsis dan daftar pemainnya.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - We, Everyday tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu (11/3/2026) di bioskop Indonesia. Film ini diadaptasi dari webtoon populer berjudul Every Day, We yang terbit pada 2019. We, Everyday mengisahkan dinamika persahabatan yang berubah menjadi cinta di masa SMA, dan pencarian jati diri. 

Film ini digarap Gae Da Rae dan didistribusikan oleh The Big Picture, dengan Kim Min Jae bertindak sebagai sutradara. Drama remaja ini fokus pada tema kisah romansa remaja SMA dan dinamika persahabatan yang berubah rumit, tentang cinta pertama di antara sahabat masa kecil.

Cerita berfokus pada Han Yeo Wool yang menyukai olahraga basket, dan sahabatnya, Ho Soo, yang menciumnya secara tiba-tiba sebelum SMA, menghancurkan persahabatan mereka.

Dibintangi oleh Kim Sae Ron (sebagai Han Yeo Wool) dan Lee Chae Min (sebagai Oh Ho Soo), yang menghadirkan emosi canggung dan manis khas remaja.

Cerita berpusat pada Han Yeo Wool, seorang siswi SMA yang sangat mencintai bola basket dan sering menghabiskan waktunya di lapangan. Yeo Wool tumbuh bersama dua sahabat karibnya, Ho Soo dan Joon Yeon (Yu Ju). Ketiganya tidak terpisahkan dan hubungannya sudah sedekat keluarga karena selalu bersekolah di tempat yang sama. 

Seiring berjalannya waktu, perasaan nyaman yang awalnya murni sebagai sahabat mulai berkembang menjadi ketertarikan romantis yang membingungkan.

Sinopsis We, Everyday

Ketegangan dimulai sehari sebelum masuk SMA. Ho Soo, yang memendam perasaan lebih dari sekadar sahabat, tiba-tiba mencium Yeo Wool. Tindakan ini bukannya membuat romantis, justru membuat Yeo Wool kaget, marah, dan merasa canggung. Ia memutuskan untuk menjauh, yang menyebabkan hubungan persahabatan mereka hancur seketika.

Hari pertama SMA, Yeo Wool harus menerima kenyataan bahwa ia sekelas dengan Ho Soo. Situasi menjadi semakin rumit ketika Yeo Wool justru mulai menaruh hati pada cowok lain, Ho Jae, yang merupakan bintang basket di sekolah mereka.

Ho Soo, meski ditolak dan membuat canggung, tetap berjuang dengan perasaannya. Film ini mengeksplorasi bagaimana remaja berusia 17 tahun belajar memahami emosi, menghadapi rasa canggung, dan memperbaiki hubungan yang rusak. Ini adalah kisah tentang pendewasaan, cinta bertepuk sebelah tangan, dan konflik persahabatan yang manis namun emosional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Film ini sekaligus menjadi proyek kenangan atas Kim Sae Ron, yang meninggal dunia pada 16 Februari 2025 lalu. Dilansir dari The Korea Times, sutradara film ini, Kim Min Jae, mengakui perilisan film ini diundur karena insiden yang melibatkan mendiang pada masa lalu. Namun, ia berharap penonton film ini akan fokus pada akting Kim Sae Ron, bukan isu yang pernah membelitnya.  “Secara pribadi, harapan saya sebagai sutradara adalah menerima evaluasi terhadap film ini, dan (Kim Sae Ron) mendapat pengakuan karena bakatnya,” kata Kim Min Jae.

Halaman
Show All
Nanda Salsabila Nazhifa, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan