Sharon Osbourne Kecam Aksi Kneecap yang Singgung Konflik Israel-Palestina di Coachella 2025

Sharon Osbourne secara terbuka mengecam pihak penyelenggara festival Coachella 2025, karena mengizinkan Kneecap menyampaikan pesan-pesan yang dianggap sebagai ujaran kebencian di atas panggung.

Diterbitkan 25 April 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Penampilan grup hip-hop asal Irlandia, Kneecap, di Coachella 2025 menuai kontroversi setelah mereka menyuarakan pernyataan politik yang menyorot konflik Palestina-Israel.

Sharon Osbourne secara terbuka mengecam pihak penyelenggara festival karena mengizinkan pesan-pesan yang ia anggap sebagai ujaran kebencian anti-Israel yang disampaikan di atas panggung. Namun, pernyataan Sharon Osbourne kemudian mendapat dukungan dari vokalis band Disturbed, David Draiman.

Kneecap tampil di tenda Sonora pada dua akhir pekan penyelenggaraan Coachella. Setelah pekan pertama, grup ini mengklaim bahwa festival telah menyensor pesan pro-Palestina mereka, termasuk seruan anti-Margaret Thatcher yang disampaikan saat tampil.

Menjelang penampilan kedua, mereka mengunggah cuitan bernada optimistis dengan emoji bendera Palestina dan menyatakan, “semuanya akan diatur.”

Meskipun penampilan kedua mereka tidak disiarkan langsung, para penonton menyaksikan pesan kontroversial yang ditayangkan di layar besar di belakang panggung.

Pesan itu menyebutkan bahwa Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, menunjuk pemerintah Amerika Serikat sebagai pihak yang memungkinkan hal itu terjadi, dan menutupnya dengan seruan “Free Palestine” serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada Israel.

 

Tanggapan Sharon Osbourne

Sharon Osbourne, manajer musik dan istri dari Ozzy Osbourne, menyampaikan kritik tajam lewat unggahan panjang di media sosial. Ia menyayangkan keputusan Coachella yang dianggap memberi panggung untuk ekspresi politik yang memecah belah.

“Coachella 2025 akan dikenang sebagai festival yang mengorbankan integritas moral dan spiritualnya. Goldenvoice, sebagai penyelenggara, telah memfasilitasi hal ini dengan membiarkan para artis menjadikan panggung Coachella sebagai tempat menyuarakan ekspresi politik,” tulisnya, mengutip dari Loudwire, Rabu (23/4/2025).

>Ia juga menyoroti langsung penampilan Kneecap dengan menyatakan, “Kneecap, grup rap asal Irlandia, membawa pertunjukannya ke level berbeda dengan menyisipkan pernyataan politik yang agresif. Tindakan mereka mencakup proyeksi pesan anti-Israel dan ujaran kebencian. Grup ini secara terbuka mendukung organisasi teroris. Perilaku seperti ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelayakan mereka untuk tampil di festival semacam ini, terlebih lagi mereka masih dijadwalkan tampil di AS.”

Sharon Osbourne menambahkan, meskipun Goldenvoice dikabarkan tidak mengetahui maksud politis Kneecap saat mengundang mereka, keputusan untuk membiarkan mereka tampil kembali setelah pertunjukan pertama dianggap sebagai kelalaian dan potensi dukungan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan