"'Lho apa kerjamu?' 'Saya kupu-kupu malam.' 'Kenapa ke situ?' 'Saya sebetulnya tadinya seorang istri. Tapi suami saya pergi sama perempuan lain, dan saya ditinggal dengan beberapa anak. Sedangkan saya dulunya anak orang punya, dan saya orang yang tidak tahu kerja. Saya anak yang manja. Tahu-tahu saya ditinggali anak, tidak dikasih apa-apa,'" cerita Titiek Puspa.
"Terus mau makan, semuanya dijual, akhirnya dia kehabisan uang, dia pinjam sama tetangga laki-laki. Akhirnya (si tetangga), 'Hei, kapan kamu mau bayar?' 'Belum ada uang.' 'Lah belum ada, orang kamu enggak kerja.' 'Ya sudah, saya kerja sama bapak jadi pembantu, mau?'" sambungnya.
"'Jadi pembantu? Mau habis berapa tahun dengan bayaran pembantumu? Sudah, pokoknya kamu mesti kerja sama saya, tapi saya yang memastikan, menunjukkan kamu jadi apa. Kalau kamu enggak mau, saya pasrahkan ke polisi.' 'Oh, jangan! Nanti anak saya bayar sekolah bagaimana?'" lanjutnya bercerita.
Â
Si Wanita Terpaksa karena Pasrah dengan Keadaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3987229/original/091104800_1649255313-20220406-Titiek-Puspa-1.jpg)
Menurut Titiek Puspa, awalnya wanita tersebut sempat tak menyangka akan dijadikan wanita penghibur oleh tetangganya. Namun setelah diajak ke lokasi yang ditentukan, ia tak berkutik. Pasrah dengan keadaan, wanita tersebut akhirnya terpaksa menerima pekerjaan tersebut sambil terus berdoa dan meminta maaf kepada Tuhan.
"'Ya sudah, pilih apa?' 'Ya sudah, pilih ikut bapak, bekerja sama bapak.' 'Ya sudah, jam 5 nanti saya jemput. Pakaian yang rapi dan bersih.' Jam 5 dijemput, dibawa ke tempat itu. 'Kok ke sini, pak? Mau apa?' 'Ya sudah, di sini kamu kerja!' 'Jadi apa, pak, saya?' Disangkanya penerima tamu atau apa. 'Ya kamu ini!'" cerita Titiek Puspa.
"Terus dia cium kaki si bapak. Minta ampun, 'Jangan, pak. Saya punya anak. Agama saya tidak membenarkan perbuatan ini...' 'Sudah? Sekarang kamu tinggal pilih, polisi atau ini?' 'Kalau polisi, anakku makan apa? Kayak apa mereka kalua ibunya dipenjara?' 'Tapi kalau ini, aku bisa pura-pura ngomong di restoran malam,'" sambung Titiek Puspa.
"Terus dia, 'Tuhan, berikan saya jalan yang baik.' Sudah, tapi setiap dia mengerjakan itu dia menangis, dia minta maaf sama Tuhan. Terus akhirnya ketemu saya bertahun-tahun kemudian," lanjutnya bercerita.
Â
Berdoa Bersama Sambil Menangis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3987235/original/043251100_1649255505-20220406-Titiek-Puspa-7.jpg)
Setelah mendengarkan kisah pilu tersebut, Titiek Puspa lalu bertanya secara tegas mengenai maksud si wanita menghampirinya ke kamar hotelnya. Wanita tersebut pun mengungkapkan secara tulus mengenai keinginannya yang sebenarnya. Luluh, Titiek Puspa lalu mengajaknya berdoa bersama dengan agama masing-masing.
"Terus kamu sekarang mau apa?' 'Saya itu bukan itu... Itu saya sangat tersiksa, bukan itu jalan saya. Saya ingin dicintai satu lelaki, dan saya mencintai, saya akan menghormati dia.' 'Nah, ya sudah, sekarang kamu berdoa dengan agama kamu, saya berdoa dengan agama saya. Dia pakai ini kan, cross (salib),'" ujar Titiek Puspa sembari mengungkapkan perbedaan keyakinannya dengan wanita tersebut.
"Itu dia duduk di sana, aku duduk di sini. Kami berdiri, pelukan, terus dia nangis sambil gemetaran, sebut nama Tuhannya, aku sebut nama Tuhanku. Sampai akhirnya sudah selesai. 'Tuhanmu sudah dengar, Tuhanku sudah dengar. Mulai sekarang juga, jangan ke sana lagi. Percaya sama saya. Anakmu nanti dikasih makan sama Tuhan,'" cerita Titiek Puspa, menyiratkan ketegasannya terhadap wanita tersebut saat itu.
Menurut Titiek Puspa, ia tetap menghormati keputusan wanita tersebut sebagai sesama perempuan. Akhirnya, ia pun berdoa dengan tegas agar wanita tersebut bisa menjalani kehidupan yang didambakannya.
"Nah, saya kan sebagai perempuan, ya.... Saya membela bahwa dia adalah seorang istri tapi ditinggal sama laki-laki dengan semaunya. Jadi di sini saya nangis, 'Tuhan, berikan keadilan buat dia!' Dia pulang, aku nulis-nulis, selesai," kenang Titiek Puspa melanjutkan.
Â
Akhirnya Dijadikan Sebuah Lagu
Sepulangnya ke rumah, Titiek Puspa menyampaikan kepada suaminya, mendiang Mus Mualim, bahwa ia mendapatkan inspirasi lagu baru dan telah dituliskannya di kamar hotel. Setelah rekaman, beberapa hari kemudian Titiek Puspa bertemu lagi dengan wanita tersebut dan menyampaikan kabar bahagia kepadanya.
"Besoknya saya pulang. Mus, aku punya lagu, tak nyanyiin. 'Wah bagus, yuk direkam.' Besoknya direkam dan selesai. Beberapa hari kemudian, aku nonton film sama Mus Mualim. Dari belakang, aku dipeluk, 'Tante Titiek, aku sudah nikah!' 'Alhamdulillah!' Saya sudah tahu nih suara dia," kenang Titiek Puspa.
"Lagu saya kan, 'Apa yang terjadi, terjadilah... Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya. Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa.' Nah ending lagunya itu. Tapi kalau aku menunggu dia datang, ya happy ending. 'Saya sudah nikah.' 'Mana suamimu?' Diperkenalkan, orang terhormat, lho," lanjutnya menngungkapkan perubahan hidup yang dialami wanita tersebut beberapa hari setelah pertemuan itu.
"Itu doa dua orang beragama, lain agama. Bagaimana kalau kita seluruh Indonesia? Berdoa, ayo... Damaikan hatimu masing-masing. Terimalah apa anugerah dari Tuhan seadanya sambil terus berjuang. Jangan mau ngomongin ini itu mau merubah. Ini Tuhan...," ujar Titiek Puspa sembari memetik hikmah atas kisah yang menjadi inspirasi lagunya itu.
Â
Meninggalnya Titiek Puspa
Kabar duka meninggalnya Titiek Puspa dikonfirmasi langsung kepada wartawan oleh Mia, manajer Titiek Puspa. Mia membenarkan Titiek Puspa telah meninggal dunia. "Iya eyang baru aja meninggal, Iya sekitar jam segitu. Jenazah masih di Medistra," ujar Mia saat dikonfirmasi awak media, Kamis (10/4/2025) sore.
Kabar duka ini tentunya sangat mengejutkan, mengingat beberapa jam sebelumnya pihak keluarga baru saja menggelar konferensi pers terkait kondisi Titiek Puspa.
Bahkan Pety Tunjungsari, putri pertama Titiek Puspa, memohon doa atas kesembuhan ibunya. Ia juga meminta maaf jika selama ini ada perkataan ibunya yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan.
"Kepada semua pecinta ibu Titiek Puspa di indonesia saya mohon doanya, saya mohon maaf kalau ibu saya pernah berbicara yang nggak sengaja tidak membuat nyaman.Saya mohon doanya agar semua ini berjalan dengan kehendak Allah SWT, aminn," ujar Pety Tunjungsari.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
![[Bintang] Titiek Puspa](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/ofS5omuZJjgH-x49JdXFybE0mDk=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1528880/original/1694ea6734329b461d0c13248c405128a-_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1351137/original/073126400_1474402405-Titiek_Puspa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)