6 Fakta Agla Artalidia Bintangi Film Sebelum 7 Hari, Basah-basahan di Telaga Habis Magrib Hingga Subuh

Debut pada 2020, langkah Agla Artalidia makin tak terbendung di dunia akting. Januari 2025, ia bersiap merilis film Sebelum 7 Hari karya sineas Awi Suryadi.

Diterbitkan 15 Januari 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Cuma kemarin setelah beberapa kali promosi, ada yang bilang: kok mirip, pantas Agla jadi anaknya Fanny,” akunya lalu menambahkan, “Banyak juga yang bilang, Anantya Kirana (pemeran Bian, anak Tari -red) mirip aku, jadi terasa lebih masuk akal penokohannya.”

 

4. Habis Magrib Hingga Jam 5 Subuh

Agla Artalidia lantas mengenang adegan paling menguras fisik, yang berlokasi di gua. Di dalamnya ada telaga. Sejumlah adegan mengharuskannya nyebur ke telaga. Bahkan ada satu hari di mana tubuh Agla Artalidia tak boleh tampak kering sesuai tuntutan skenario.

“Posisinya di atas, suhunya 16 sampai 17 derajat Celsius. Itu semalaman,” kenangnya. “Ada satu hari badanku enggak boleh kering sama sekali. Sepanjang malam. Adegannya secara emosi berat. Dari habis magrib badan basah sampai jam 5 subuh,” beber Agla Artalidia.

 

5. Tangguh di Luar, Luluh Lantak di Dalam

Menyinggung sosok Tari, Agla Artalidia menggambarkannya sebagai wanita tangguh, single mother dengan dua anak. Ia punya kakak laki-laki yang tak bisa diandalkan. Lebih banyak merepotkan daripada membantu. Mau tak mau, Tari harus memperhatikan banyak hal.

“Agak mirip aku sih, ha ha ha! Kalau Agla, anak cewek satu-satunya, kakak pertama, adiknya dua cowok semua. Tidak merepotkan tapi namanya kakak cewek cenderung mengurus perintilan. Jadi Tari berusaha tangguh padahal di dalamnya itu, luluh lantak,” urai Agla Artalidia.

 

6. Akting Memberi Makanan Hati Nurani

Seberat apapun adegannya, Agla Artalidia dengan senang hati menjalani. Ia menikmati dunia akting meski sempat jadi presenter acara fesyen di salah satu stasiun televisi swasta bareng Karina Nadila dua tahun lamanya. Ini bukan tanpa alasan.

“Karena di awal jatuh cintanya sama akting,” ucapnya. “Ya, cinta pertamaku di dunia akting. Kasih makan ke hati nurani juga. Saya mencari kepuasan batin. Saat film jadi, saya memandangnya sebagai hasil karya seni, kolektif,” Agla Artalidia mengakhiri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan