Sukses

Ajudan Pribadi Ungkap Alasan Lakukan Dugaan Penipuan Rp 1,3 Miliar Buat Kebutuhan Hidup, Sebagian Sudah Digunakan Sisanya Jadi Barang Bukti

Liputan6.com, Jakarta Selebgram Ajudan Pribadi ditangkap karena dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 1,3 miliar. Kasus ini bermula saat Ajudan Pribadi menawarkan penjualan dua unit mobil kepada korban berinisial AL.

Dalam giat rilis yang digelar Polres Metro Jakarta Barat, tersangka mengaku menyesali perbuatannya. Mengenakan baju oranye, Ajudan Pribadi berharap kasus yang menimpanya ini segera selesai.

"Saya sangat menyesal insya Allah akan selesai secepatnya. Saya mohon maaf," ucap Ajudan Pribadi di hadapan awak media, Rabu (15/3/2023).

 

2 dari 4 halaman

Alasan

Ajudan Pribadi tak berbicara mengenai alasan dirinya melakukan dugaan penipuan. Ia hanya mengutarakan permintaan maaf dan berharap masalah ini segera selesai.

"Buat kebutuhan hidup dan itu saja. Saya mohon maaf," ucapnya lagi.

 

3 dari 4 halaman

Dua Unit Mobil

Di kesempatan sama, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, dua unit mobil yang ditawarkan Ajudan Pribadi kepada AL tidak pernah ada. Pelaku menawarkan 2 unit mobil tersebut dengan harga murah, agar menarik korban.

"Tidak pernah ada, kenapa menawarkan kendaraan dengan harga jauh di bawah standar, untuk menarik minat korban. Padahal mobil itu tidak pernah ada," jelas Syahduddi.

 

4 dari 4 halaman

Dugaan Penipuan

Syahduddi melanjutkan, pelaku mengaku melakukan dugaan penipuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sementara ini, polisi mengamankan sisa uang hasil dugaan penipu Ajudan Pribadi sebagai barang bukti.

"Alasan pelaku terkait kebutuhan ekonomi. Dimana uang yang diperoleh digunakan untuk kepentingan pribadi pelaku. Saat ini uang sebagian sudah digunakan. Namun ada sebagian yang kita jadikan bukti," pungkas Syahduddi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, status Ajudan Pribadi pun ditetapkan sebagai tersangka. Ajudan Pribadi dikenakan pasal 378 dan 372 kitab UU Hukum Pidana dengan ancaman pidana selama 4 tahun penjara. (M. Altaf Jauhar)

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.