Dukung Zero Emission 2060, Ceria Garap Energi Hijau dan Baterai Kendaraan Listrik

Ceria kembangkan lima tahap pengolahan dan pemurnian nikel untuk energi hijau.

Diperbarui 12 Maret 2023, 23:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

’’Kami berkomitmen untuk mendukung program net zero emission pemerintah pada 2060. Kami dalam proses membangun pabrik untuk baterai,’’ imbuh Derian Sakmiwata.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Ceria punya tujuan untuk menjadi pemain integral dalam upaya Indonesia untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik dan baterai global. Oleh sebab itu, dia juga berkomitmen pada praktik berkelanjutan dan inovasi teknologi.

Permintaan yang Terus Meningkat di Seluruh Dunia

Guna menginplementasikannya, Ceria berinvestasi dalam teknologi pemurnian yang akan memenuhi permintaan nikel dan kobalt. Apalagi, saat ini permintaannya terus meningkat di seluruh dunia yang bermuara pada percepatan transisi energi hijau dengan output green product.

“Ceria adalah perusahaan pertambangan dan pemurnian nikel dan kobalt yang mengutamakan efisiensi serta praktik berkelanjutan. Upaya ini sangat penting untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 yang sudah menjadi kesepakatan pemerintah pada G20, 2022 Summit,’’ ujar Derian Sakmiwata.

Pihak Ceria juga berterimakasih kepada pemerintah yang memberikan dukungan lewat sindikasi bank nasional Indonesia seperti Bank Mandiri, Bank BJB, dan Bank Sulselbar untuk pembiayaan pembangunan smelter line 1 RKEF Ceria.

“Selama ini permodalan menjadi permasalahan banyak perusahaan tambang yang akan melakukan kegiatan hilirisasi, tetapi kami bersyukur karena Ceria terbantu oleh bank himbara dan bank daerah berkat dukungan penuh pemerintah melalui upaya market sounding-nya, oleh karenanya kami sangat berterima kasih akan hal tersebut,” kata Derian.

 

Ketersediaan Listrik dan Asuransi Penjamin

Selain itu, peran pemerintah juga sangat penting dalam hal ketersediaan pasokan listrik bagi proyek yang sedang dilakukan Ceria.

“PLN sebagai perusahaan negara telah memberikan jaminan pasokan listrik dengan fasilitas premium platinum untuk kami,’’ terangnya.

Sebagai salah satu perusahaan yang mengerjakan program hilirisasi, proyek Ceria juga diberi status obyek vital nasional dan obyek strategis nasional.

Dalam pengerjaan proyeknya, Ceria juga menggandeng Marsh Indonesia sebagai asuransi penjamin. Menurut Derian, tanpa adanya asuransi sebagai penjamin, proyek smelternya tidak bisa mendapatkan pembiayaan dengan baik.

’’Bank melihat keamanan, bahwa project ini nanti bagimana. Ceria bekerjasama dengan Marsh untuk meng-cover hal-hal yang tidak diinginkan. Ini akan mem-boosting confidence bank saat memberikan kredit,’’ jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Surya Hadiansyah, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan