Resensi Film The Mauritanian: Dibui Tanpa Diadili, Korban Salah Tangkap Pasca 11 September Cari Keadilan

Mohamedou Ould Slahi ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh AS. Ia diduga terlibat dalam serangan teror 9 September 2001. Berikut resensi The Mauritanian.

Diperbarui 09 Juli 2022, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

The Mauritanian menguliti konspirasi politik atas nama sakit hati akibat tragedi 9/11 namun tampaknya salah alamat. Maka kita disuguhi penangkapan yang “kalem,” proses investigasi dan interogasi dengan beragam metode yang bikin hati ngilu.

Tahar, Jodie, Benedict

Tahar Rahim bertransformasi menjadi Slahi tak hanya dari bentuk fisik dan gaya rambut. Ia menerjemahkan kerinduan, putus asa, depresi, hampir gila, namun ogah menyerah pada apa yang diyakininya.

Jodie Foster sejak awal mencuri perhatian. Gaya kerjanya rapi, kadang eksentrik, dan merefleksikan prinsip. Porsi kemunculannya di layar hampir setara dengan pemeran utama namun sudut pandang cerita menempatkannya sebagai pendukung.

Sejumlah karakter pendukung lain tampil prima. Yang patut diapresiasi juga, Benedict Cumberbatch. Emosinya fluktuatif namun profesi menuntutnya tetap memiliki air muka tenang. Benedict menghidupkan Stuart dalam takaran pas.

 

Bagi Kami, Drama Religi

The Mauritanian bagi kami adalah drama religi. Lain dengan produksi negara anu, film ini membawa pesan kuat soal kemanusiaan pada dasarnya tak memandang agama.

Kita melihat Slahi yang taat salat dan syok kala dipindahkan ke sel lain tanpa Al-Qur’an. Imanlah yang menyelamatkannya dari hilang akal. Di sisi lain, ada Nancy yang penampilannya jauh dari kesan religi.

Namun sebuah adegan berhasil meremas sanubari kami. Tepatnya, kala Nancy dan Slahi berbincang lalu terdengar kumandang azan. Nancy diam sejenak dan mempersilakan Slahi menjalankan kewajiban.

Iman dan Kepedulian

Slahi bertanya, kenapa Nancy melakukan ini. Jawaban Nancy simpel: Karena aku peduli. Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati. Maka, Nancy memilih mempraktikkan keimanan lewat kepedulian yang nyata.

Hal yang sama dilakukan Stuart dalam konteks berbeda. Menyaksikan The Mauritanian adalah perjalanan spiritual jauh menuju lubuk hati. Dalam banyak adegan, film ini mempertanyakan keadilan, kebenaran, kasih, dan setumpuk pesan universal lain.

Setiap tokoh punya latar dan motivasi jelas, lalu bergerak sejalan dengan dinamika kisah aslinya. Hasil akhirnya sebuah film yang detail dalam gambar dan padat berbagi cerita hidup anak manusia.

Menang Golden Globe Awards

Lewat peran Nancy, Jodie Foster meraih Piala Golden Globe Pemeran Pendukung Wanita Terbaik sementara Tahar Rahim jadi nomine Pemeran Utama Pria Terbaik (Film Drama).

The Mauritanian meraih lima nominasi di ajang BAFTA Awards termasuk Film Terbaik. Sayang rekomendasi dari dua ajang penghargaan sepuh ini tak membuat Oscars meliriknya.

 

 

Pemain : Jodie Foster, Tahar Rahim, Shailene Woodley, Benedict Cumberbatch, Baya Belal, David Fynn, Zachary Levi, Saamer Usmani, Corey Johnson

Produser : Adam Ackland, Michael Bronner, Benedict Cumberbatch, Leah Clarke, Christine Holder, Mark Holder, Beatriz Levin, Lloyd Levin, Branwen Prestwood-Smith

Sutradara : Kevin Macdonald

Penulis : M.B. Traven, Rory Haines, Sohrab Noshirvani

Produksi : 30West, Topic Studios, BBC Film, Black Sheep Pictures, STX Films

Durasi : 2 jam, 9 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan