Sukses

Dion Wiyoko Beberkan Susahnya di Masa Sekolah, Makan Bekal Teman dan Baru Menikmati Nasi Malam Hari

Liputan6.com, Jakarta Aktor Dion Wiyoko yang kini nama dan jam terbangnya tak perlu ditanyakan lagi, rupanya memiliki masa lalu yang mengejutkan. Semasa sekolah, Dion ternyata pernah menjalani masa-masa sulit lantaran sang ayah bangkrut.

Bintang film kelahiran 3 Mei 1984 ini pun langsung melewati hari-harinya dengan uang saku sebesar Rp2 ribu setiap harinya. Meskipun kala itu harga tak setinggi sekarang, uang tersebut tetap tak cukup untuk makan selama tiga kali dalam sehari.

Alhasil, Dion pun menahan rasa lapar sejak pagi hari karena sang aktor sama sekali tak sarapan. Bahkan pada siang hari pun ia tetap menguatkan diri sambil terkadang meminta makanan dari bekal milik temannya.

"Tapi, benaran. Gue dalam masa itu, sehari bisa dibilang makan cuma sekali," kenang Dion Wiyoko seperti disampaikannya kepada Ernest Prakasa dalam sebuah program di kanal YouTube HAHAHA TV, belum lama ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Makan dari Teman

Dion Wiyoko pun mengungkapkan cara agar bisa bertahan dari rasa lapar di siang hari, yaitu dengan meminta makanan dari beberapa temannya di sekolah.

"Ya gue, kayak sekolah enggak sarapan nih. Pas istirahat, comot. Itu kan agak siang. Nah, baru makan agak malam," sambung Dion Wiyoko mengenang.

 

3 dari 4 halaman

Beli Nasi Goreng

Begitu malam tiba, Dion Wiyoko pun memanfaatkan uang saku untuk membeli nasi goreng yang sudah lama menjadi langganan di rumahnya.

"Biasanya satu porsi Rp1.500, kalau enggak salah. Gue bikin Rp2 ribu, buat kenyang," ceplos Dion Wiyoko.

 

4 dari 4 halaman

Pindah Tempat Tinggal

Namun kehidupan sederhana itu berganti dengan kondisi yang tak terduga. Lantaran ekonomi keluarganya tak kunjung membaik, Dion pun dipindahkan ke rumah tantenya. Keputusan itu membuat Dion sedikit lega dalam hal makan.

"Sampai akhirnya, benar-benar, 'Kayaknya enggak mungkin diteruskan kayak begitu.' Makanya gue dipindahkan ke tante gue ini, buat jadi tinggal di situ. Jadi, kurang lebih selama gue tinggal di sana, diurusin makan," ujar Dion mengenang.