“Dan saat ini kami bersama-sama fokus untuk bisa memberikan yang terbaik di Paralympic nanti. Semoga pengorbanan dan kerja keras kami dapat menghasilkan yang terbaik. Amin,” tulis Leani di akun Instagram, Maret 2021.
4. Merasa Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3561821/original/097959000_1630824771-Leani_Ratri_Oktila_5.jpg)
Saat kecil, Leani Ratri Oktila selalu iri dengan kehidupan anak-anak sebayanya yang minta ini-itu ke orangtua dan langsung dikabulkan. Sementara ia harus berjuang, menabung, bahkan kadang ikut kerja di kebun demi mendapat yang diinginkan. Sebuah hikmah dipetiknya.
“Sesuatu yg saya inginkan jika saya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkannya akan jauh lebih berharga dari pada yang saya dapat kan dengan mudah,” tulisnya di medsos. Tak terbayang perasaan Leani pulang dari Tokyo dengan dua emas.
5. Sang Juara Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3561822/original/008968200_1630824772-64767369_610545039434128_3683492822901662282_n__1_.jpg)
Potret yang diunggah Leani Ratri Oktila saat berada di Dublin Irlandia ini disertai sejumlah tagar yakni teamvictor, readytowin, dan badmintonlovers. Baginya, prestasi adalah tradisi. Warganet yang mengikuti kiprah Leani sejak awal menyemangatinya.
“Queen of Parabadminton dari Indonesia #Proud,” cetus akun @jimmy.h.jimmy seraya mengibarkan emotikon merah putih. “Idola awak. Besok dah besar ajarin anak abang main bulu tangkis yo mbak biar nular gelar juara dunianya,” ujar @ravijav.
6. Anjangsana Candi Kembar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3561823/original/024085800_1630824772-Leani_Ratri_Oktila_8.jpg)
Leani Ratri Oktila membuktikan, pengecilan di kaki tak menghalanginya beraktivitas seperti orang lain. Ia menekuni hobi bersepeda dan pelesir. Salah satunya ke Candi Plaosan, Klaten, Jawa tengah. Foto yang diunggah pada 16 Juni 2021 ini buktinya.
Berpose dengan sahabat kompak berkacamata, Leani tampak bungah. Di belakang mereka, ada Candi Plaosan yang dibangun pada abad ke-9 oleh Rakai Pikatan di era Kerajaan Mataram Kuno. Kombinasi warna hijau, abu-abu, dan biru cakrawala tampak memesona.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3561797/original/061504300_1630821167-Leani_Ratri_Oktila_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3550118/original/073316600_1629820398-Logo_paralimpik.jpg)