Liputan6.com, Jakarta Resep oseng tahu telur layak masuk daftar andalan saat Anda butuh lauk cepat, murah, dan mengenyangkan. Perpaduan tahu putih yang lembut dengan telur yang gurih menghasilkan lauk rumahan yang akrab di meja makan keluarga Indonesia, dari sarapan buru-buru sampai bekal kerja. Modalnya sederhana, bumbunya sudah ada di dapur, dan waktu masaknya di bawah setengah jam.
Oseng berakar dari tradisi masakan Jawa, yakni teknik menumis cepat dengan api besar supaya bumbu matang tanpa membuat bahan terlalu layu. Tahu, yang dibuat dari sari kedelai yang digumpalkan, sudah lama menjadi sumber protein nabati favorit karena harganya terjangkau dan gampang menyerap bumbu. Ketika dipadukan dengan telur, Anda mendapat lauk bernutrisi yang bisa diarahkan ke banyak variasi rasa. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (25/9/2026).Â
Sekilas tentang oseng tahu telur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357956/original/052634000_1790315395-d1170291-e1a6-4745-8880-feb6da51f13c.jpg)
Oseng tahu telur adalah lauk tumis yang menyatukan tahu goreng dan telur dengan bumbu iris pedas gurih. Ciri khasnya ada pada bawang dan cabai yang ditumis sampai harum, lalu dibasahi sedikit air dan bumbu perasa hingga meresap ke tahu. Hidangan ini dikenal juga dalam versi orek tahu telur yang teksturnya lebih hancur karena tahu sengaja dipenyet dan diaduk bersama telur orak-arik.
Pembeda utamanya dari resep oseng tahu biasa terletak pada kehadiran telur sebagai penambah protein sekaligus pengikat rasa. Anda bebas mengarahkan cita rasanya: oseng tahu telur kecap yang manis gurih, versi kucai atau daun bawang yang wangi, atau oseng tahu telur pedas dengan cabai rawit ekstra. Semuanya berangkat dari teknik dasar yang sama.
Advertisement
Manfaat oseng tahu telur sebagai lauk andalan
Menu ini praktis karena bahan utamanya hanya dua dan hampir selalu tersedia. Contoh nyatanya, saat pagi sedang buru-buru, Anda tinggal menggoreng tahu, membuat telur orak-arik, lalu menumis bumbu iris dalam satu wajan sampai lauk siap dalam hitungan menit, pas untuk bekal anak sekolah maupun makan siang di rumah.
Dari sisi gizi, kombinasi tahu dan telur menjadikannya lauk gurih kaya protein. Berdasarkan data American Heart Association, setengah cangkir tahu padat menyediakan sekitar 21,8 gram protein dengan 181 kalori, dan sebagian besar lemaknya berjenis tak jenuh ganda yang lebih ramah untuk jantung. Tahu juga mengandung isoflavon yang kerap dikaitkan dengan kesehatan. Soal kekhawatiran hormon, Youssefi, sebagaimana dikutip dari Banner Health, menjelaskan, "Fitoestrogen tidak mengubah kadar testosteron maupun estrogen dalam tubuh Anda."
Bahan-bahan oseng tahu telur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357957/original/045577500_1790315396-20a4ed08-9491-4962-8a69-e9a7b7f80456.jpg)
Bahan utama
- 5 buah tahu putih (sekitar 300 gram), potong dadu 2 cm
- 3 butir telur, kocok lepas
- 1 batang daun bawang, iris serong
- 3 sdm minyak untuk menumis
Bumbu iris
- 6 siung bawang merah, iris tipis
- 4 siung bawang putih, iris tipis
- 5 buah cabai rawit merah, iris serong
- 3 buah cabai merah keriting, iris serong
- 2 lembar daun salam
- 1 cm lengkuas, memarkan
Bumbu perasa
- 1 sdm saus tiram
- 1 sdm kecap manis
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/4 sdt merica bubuk
- 100 ml air
Advertisement
Cara membuat oseng tahu telur
- Potong tahu putih menjadi dadu sekitar 2 cm, lalu keringkan permukaannya dengan tisu dapur supaya tidak meletup saat digoreng.
- Panaskan 3 sdm minyak, goreng tahu hingga permukaannya kecokelatan dan sedikit kesat, angkat dan tiriskan.
- Sisakan sekitar 1 sdm minyak di wajan, tuang telur kocok, lalu buat orak-arik hingga matang dan agak kering, angkat dan sisihkan.
- Tambahkan sedikit minyak, tumis irisan bawang merah dan bawang putih dengan api sedang hingga layu dan harum.
- Masukkan cabai rawit, cabai merah keriting, daun salam, dan lengkuas, tumis hingga cabai layu dan aromanya keluar.
- Masukkan tahu goreng, aduk perlahan agar seluruh permukaan tahu terbalut bumbu tanpa hancur.
- Tuang air, bubuhkan saus tiram, kecap manis, garam, gula pasir, kaldu bubuk, dan merica, lalu aduk rata.
- Masak dengan api sedang hingga kuah menyusut dan bumbu meresap ke dalam tahu.
- Masukkan telur orak-arik dan irisan daun bawang, aduk sebentar sampai tercampur rata.
- Cicipi dan koreksi rasa, angkat, lalu sajikan oseng tahu telur selagi hangat bersama nasi putih.
Tips agar oseng tahu telur tidak hancur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357958/original/044409300_1790315397-952faeae-5493-4052-a882-1b7208203127.jpg)
- Keringkan tahu sebelum diolah. Mengeluarkan cukup air dari tahu membuatnya bisa kecokelatan sempurna, menyerap bumbu, dan bertekstur pas tanpa menjadi kering.
- Masak tahu lebih dulu, sendirian. Tahu sebaiknya ditumis terpisah karena mudah hancur bila langsung diaduk bersama bahan lain, dan boleh dilapisi sedikit maizena agar bagian luarnya renyah.
- Aduk perlahan dan seperlunya. Terlalu sering mengaduk membuat tahu dan telur remuk, jadi gunakan spatula lebar dengan gerakan membalik yang lembut.
- Jangan memasak telur sampai terlalu kering. Angkat telur orak-arik saat masih sedikit lembap karena teksturnya akan matang lagi ketika dicampur ke tumisan.
- Ingin tekstur lebih kenyal? Merujuk Food Network, membekukan lalu mencairkan tahu akan memecah strukturnya sehingga tahu jadi lebih kenyal dan mampu menyerap lebih banyak bumbu.
Advertisement
Variasi dan substitusi oseng tahu telur
Versi kecap manis
Naikkan takaran kecap manis menjadi 2-3 sdm dan kurangi cabai supaya rasanya manis gurih yang ramah untuk anak. Gaya ini mirip oseng kecap favorit si kecil yang enak disantap seluruh keluarga.
Versi kucai atau daun bawang
Ganti sebagian daun bawang dengan kucai potong untuk aroma yang lebih segar dan khas. Masukkan kucai di akhir agar warnanya tetap hijau dan teksturnya tidak layu berlebihan.
Versi pedas
Tambahkan jumlah cabai rawit sesuai selera, atau bubuhkan ebi yang sudah direndam air panas ke dalam bumbu untuk rasa gurih yang lebih dalam. Cabai keriting bisa Anda haluskan bila menginginkan warna merah yang lebih merata.
Menyimpan dan menghangatkan oseng tahu telur
Dilansir dari A Couple Cooks, tumisan berbahan tahu bisa dipindahkan ke wadah kedap udara dan disimpan di kulkas hingga empat hari, meski teksturnya tidak akan serenyah saat baru matang. Untuk menghangatkan, panaskan kembali di wajan sebentar dengan sedikit minyak agar tahu kembali sedikit garing. Jangan biarkan lauk tergeletak terlalu lama pada suhu ruang supaya tetap aman disantap.
Dengan bahan seadanya, oseng tahu telur membuktikan bahwa lauk sederhana bisa tetap kaya rasa sekaligus bergizi. Begitu Anda menguasai teknik dasarnya, pintu bereksperimen terbuka lebar, entah mengolahnya menjadi resep tumis tahu lain, botok tahu telur asin yang dikukus, atau tongseng telur dan tahu berkuah saat ingin sesuatu yang lebih hangat. Selamat mencoba di dapur Anda.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban seputar Resep Oseng Tahu Telur Gurih
1. Apa saja bahan untuk membuat oseng tahu telur?
Bahan utamanya yaitu tahu, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, kecap, garam, dan penyedap sesuai selera.
2. Bagaimana cara membuat oseng tahu telur yang gurih?
Tumis bumbu hingga harum, masukkan tahu dan telur, lalu tambahkan kecap serta bumbu. Aduk hingga semua bahan tercampur dan matang.
3. Apakah tahu perlu digoreng terlebih dahulu?
Tahu bisa langsung dimasak, tetapi menggorengnya sebentar terlebih dahulu dapat membuat teksturnya lebih kokoh dan tidak mudah hancur.
4. Telur dimasukkan sebelum atau sesudah tahu?
Telur bisa dimasak terlebih dahulu dengan cara diorak-arik, kemudian tahu dimasukkan dan dicampur bersama bumbu.
5. Bagaimana agar oseng tahu telur tidak mudah hancur?
Gunakan tahu yang cukup padat dan aduk secara perlahan setelah tahu dimasukkan ke dalam wajan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240658/original/010183700_1748927908-Pesawat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357442/original/090884500_1790248073-cek_fakta_pupr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339535/original/000724900_1788420052-01M1JCJK4BS255MPES87JMQMH3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4209483/original/011549300_1667208215-es-bihun-buko-pandan-foto-resep-utama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357895/original/045086100_1790312277-roti_tuna_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357773/original/002709300_1790305493-ChatGPT_Image_Sep_25__2026__09_58_17_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357114/original/023273300_1790234169-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356838/original/042397100_1790222625-000_C8LY3Y7.jpg)