Migi Rihasalay Bangun Rumah Joglo Bareng Suami, Ingin Kumpulkan Seniman untuk Berkarya

Migi Rihasalay dan suami menjadikan Rumah Joglo sebagai tempat berkumpulnya para seniman.

Diperbarui 19 Agustus 2021, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Designer Migi Rihasalay akhirnya bisa mewujudkan keinginannya bersama dang suami Andrew James untuk membuat perkampungan yang berbentuk Rumah Joglo. Saat ini pembangunan Rumah Joglo yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten tengah memasuki penyelesaian akhir. 

Pembangunan Rumah Joglo ini memang menjadi impian Andrew James. Sampai akhirnya mereka memiki kesempatan untuk memiliki Rumah Joglo yang dimbil langsung dari Jepara, Jawa Tengah.

“Rumah Joglo ini kami temukan sudah rusak di beberapa daerah di Jepara. Kita beli dari penduduk dan kita pindahkan ke daerah Tanjung Lesung ini. Kampung Joglo yang ada di Tanah Pasundan, ini sesuatu hal yang unik kan,” ujar Migi Rihasalay saat ditemui di kawasan Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, baru-baru ini.

Menurut Andrew, Rumah Joglo ini memang terbilang unik. Apalagi usianya ada yang sekitar 100 tahun. Rumah Joglo ini memang bukan sesuatu yang biasa terdapat di Jawa.

“Masing-masing memiliki umur, ada yang berusia 100 tahun, ini sangat unik. Setiap Joglo memiliki cerita masing-masing. Kita bisa lihat di ukirannya,” ujar Andrew.

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Inspirasi

Rumah Joglo ini diharapkan bakal menjadi kampung inspirasi bagi para seniman. Di tempat ini nantinya akan berkumpul seniman-seniman untuk mempertunjukkan kreasinya.  

“Saya dan suami memang termasuk orang yang senang dengan budaya. Di mana budaya dan bangunan dari tanah Jawa seperti rumah Joglo berupaya aku hadirkan di Tanjung Lesung yang memang ke depan akan jadi lokasi pariwisata,” ujar Migi. 

 

Biaya

Untuk membangun Kampung Joglo ini, Migi bersama suami harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Tentu saja dengan bekerjasama dengan pihak terkait, impian mereka pun bisa terwujud. Kampung Joglo ini dibangun di tanah seluas 1 hektar.

“Saat kita bangun kembali sesuai dengan gambaran aslinya. Jadi nilai sejarah dan histori nya tetap terjaga. Apalagi Andrew ini kan seorang arsitek, jadi dia tahu bagaimana membangun bangunan sejarah agar terlihat menarik dan bisa nanti dijadikan lokasi yang menarik buat para seniman berkarya," ujar Migi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan