Bleeding Steel: Jackie Chan Enggak Ada Matinya, Kocak Berkat Polah Aktor Show Lo

Film aksi dibintangi Jackie Chan sudah paling benar. Alurnya ringkas, cenderung enteng, diselingi selera humor agar penonton tak terlalu tegang.

Diterbitkan 25 September 2020, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Punya waktu senggang usai work from home dan ingin mengisinya dengan menonton film? Bisa jadi yang Anda butuhkan film aksi “hore-hore” dengan alur tak bikin kepala cenat-cenut seperti Bleeding Steel.

Harus diakui, Bleeding Steel tipe film aksi Jackie Chan kebanyakan. Yang membuatnya beda adalah akar cerita berbasis riset teknologi yang membuat film ini kental dengan nuansa futuristik.

Tentu saja Jackie Chan harus menjadi pemeran utama. Tak terkesan maksa karena Bleeding Steel sengaja membenturkan Jackie Chan yang mewakili generasi tempo doeloe dengan teknologi kekinian.

 

Dilema Sang Inspektur

Bleeding Steel memulai kisahnya dengan dilema yang dihadapi Inspektur Lin (Jackie Chan). Lin dikabari dokter Wu (Bowie Lam) bahwa putrinya, Xixi (Elena Askin) kritis. Sel-sel kanker darah telah menyebar ke seluruh tubuh Xixi dan hidupnya tinggal menghitung jam.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Lin dikontak Susan (Erica Xia Hou). Susan memberi tahu bahwa Dokter James (Kim Gyngell) disergap oknum yang mengincar jantung mekanis. Jantung mekanis ini berhubungan dengan proyek bioroid di masa depan.

Tiga belas tahun berlalu sejak penyergapan mematikan itu, cerita beralih ke Sydney, Australia. Di sana ada Nancy (OuYang Nana) yang rajin menemui cenayang lantaran kerap mengalami mimpi buruk.

Nancy Diburu

Ingin mengurangi dampak psikologis mimpi buruk, Nancy malah diburu Woman in Black (Tess Haubrich), anak buah Andre (Callan Mulvey). Lin yang berada di sana berupaya menyelamatkan Nancy. Penyelamatan ini melibatkan pemuda bernama Leeson (Show Lo) yang diam-diam jatuh hati pada Nancy.

Bleeding Steel kami sebut tak jauh beda dengan film-film aksi Jackie Chan sebelumnya karena karakternya relatif sama. Pria berlatar belakang militer atau kepolisian, hidup sebatang kara atau minimal punya anak, terlibat pusaran konflik tingkat dewa, dan berupaya menyelesaikannya sendiri.

Tentu tidak mampu mengingat Jackie di layar lebar tetaplah manusia. Maka ada dua-tiga orang yang melingkungi untuk menolongnya. Jackie Chan seperti biasa dibekali kemampuan seni bela diri bebas, kecerdasan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya, plus menembak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan