Sukses

Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan Kumpulkan 127 Ribu Penonton di Hari Pertama

Liputan6.com, Jakarta Yang panen penonton pekan ini tak hanya Habibie dan Ainun 3. Film kelima Ernest Prakasa, Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan mengumpulkan lebih dari 100 ribu penonton pada hari pertama penayangan.

Tayang perdana di bioskop pada Kamis (19/12/2019) kemarin, Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan panen pujian dari penonton dan pemerhati film.

Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan disebut sebagai film terbaik Ernest Prakasa di samping Cek Toko Sebelah (2016) yang legendaris. Akun Twitter @bicaraboxoffice menyebut, jumlah penonton Impercfect: Karier, Cinta, dan Timbangan berada di kisaran 110 -120 ribuan.

2 dari 5 halaman

Terima Kasih

Benar saja. Jumat (20/12/2019) siang, Ernest Prakasa menyampaikan kabar bahagia lewat akun Twitter terverifikasi miliknya. Ia mengunggah video berdurasi 11 detik berisi keterangan, "Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan hari pertama tayang. 127.038 penontin mengubah insekyur menjadi bersyukur."

Menyertai infografik itu, Ernest Prakasa berterima kasih kepada pencinta film Indonesia.

3 dari 5 halaman

127.038 Penonton

Terima kasih untuk 127.038 jiwa yang telah menghabiskan 113 menit menyimak cerita kami di hari pertama penayangan,” ujar Ernest Prakasa.

Ernest Prakasa berharap, "Semoga jadi pengalaman yang menyenangkan." Ia membubuhkan emotikon 5 hati warna oranye di ujung pesan. Diprediksi, Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan akan menjadi film Indonesia ke-15 yang bertengger di tangga box office.

4 dari 5 halaman

Ketakutan Yang Luar Biasa

Kepada Showbiz Liputan6.com, Ernest Prakasa mengingat kembali bagian tersulit saat mengerjakan Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Salah satunya, transformasi fisik Jessica Mila. Saat mencanangkan konsep dan ide ini, Ernest Prakasa bareng tim dipenuhi beban dan pertanyaan.

"Apakah kita akan berhasil mengubah Jessica Mila sesuai yang kita inginkan. Itu ketakutan yang luar biasa buat kami karena itu fisik. Kita tidak bisa atur. Kita sudah sepakat pakai transformasi fisik benaran. Artinya, memang dibantu makeup dan kostum tapi tidak menggunakan prostetik," Ernest Prakasa menerangkan.

5 dari 5 halaman

Alasan Tanpa Prostetik

Ia punya alasan khusus ogah pakai prostetik. "Kami tidak mau ada sesuatu yang menempel di wajah Mila karena takut mengganggu konsentrasinya dalam berakting," sambung bintang film Rudy Habibie.

Momen yang bikin deg-degan di tengah syuting, yakni menantikan saat-saat apakah kru berhasil mewujudkan Rara seperti yang tergambar dalam skenario. "Jujur itu penantian yang sungguh membuat kami tertekan sekali. Sempat muncul pertanyaan bagaimana kalau transformasi fisik Mila enggak sesuai dengan yang kami mau," kenangnya.