Situasi politik kian memburuk, Paul dan keluarganya menyaksikan tetangganya satu persatu dibunuh dengan keji. Paul kemudian merayu pihak-pihak yang berpengaruh, meyuap mereka dengan uang dan minuman alkohol, berusaha untuk membuat keluarganya tetap aman.
Perang saudara sudara tak bisa dihindari, seorang tentara Angkatan Darat Rwanda datang mengancamnya. Akhirnya, Paul langsung bernegoisasi hingga bisa mengungsikan semua orang yang bersamanya ke hotel tempat ia bekerja, diwartakan filmreviews.
Semakin lama, semakin banyak yang datang ke hotel untuk mengungsi. Termasuk dari kelebihan pengungsi yang tidak tertampung di kamp PBB, pengungsi kiriman Palang Merah, dan para yatim piatu. Paul pun sibuk menyuap tentara Hutu agar tidak berulah, mengurus para pengungsi, menjadi sandaran bagi keluarganya yang ketakutan, namun tetap menjaga penampilan dan kemewahan hotel, sementara situasi perang menjadi semakin ganas.
The Purge
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/711402/original/the-purge-131126b.jpg)
Satu lagi, film mengerikan yang dirilis 2014 silam ini menggambarkan kejamnya dunia. Mengisahkan tentang `jam malam` yang disebut The Purge, berbeda dari kebanyakan. Jika biasanya, jam malam ini digunakan untuk menyelamatkan warga. The Purge yang berlangsung selama 12 jam, justru sebaliknya, saling bunuh di antara warga.
Bahkan, warga diperbolehkan menggunakan senjata api, untuk menyerang dan mempertahankan diri. Kondisi makin tak terkendali, sambil menunggu fajar datang. Darah berceceran dan tubuh tak bernyawa banyak bergeletakan.
Warga pun menutup wajahnya dengan topeng agar identitasnya tak diketahui. Keluarga Sandin memiliki tingkat keamanan yang hebat untuk melindungi kediaman mereka.
Namun mereka tetap harus menghadapi situasi yang membahayakan, bertahan hidup. Awalnya, keluarga Sandin dan para tetangga saling membantu menghadapi kelompok lainnya. Akhirnya, keluarga Sandins justru diserang, hingga akhirnya diselamatkan oleh seseorang.
Pernah dengar tentang kejahatan yang terjadi akibat senjata api atau kekerasan di sebuah berita?
Hush
Film Hush yang tayang 2016 membuat penonton merinding. Bayangkan saja, film ini menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan untuk bersenang-senang.
Diperankan oleh John Gallagher Jr dan Kate Sieger, Hush memberikan pelajaran berharga kepada penonton untuk selalu waspada. Seorang pembunuh--juga memakai topeng--membawa pisau, menyelinap ke sebuah rumah.
Di rumah itu ditempati Maddie,seorang gadis tuna rungu. Awalnya, pembunuh tak mau melenyapkan nyawa Maddie, hanya ingin bermain-main dengannya.
Setelah mengetahui Maddie tuna rungu, tak bisa mendengar yang ada di sekitarnya, pembunuh itu pun mulai mempermainkan Maddie. gadis yang berprofesi sebagai novelis itu harus bertahan hidup di tengah keterbatasannya.
Sungguh mengerikan, cerita dalam film Hush, mengambil keuntungan dari korban yang lemah. Gambaran mengenai kejadian kriminal yang pernah terjadi di masyarakat.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2032760/original/011116000_1522064141-Scream.jpg)