Rano Karno Kenang Karya Guruh Soekarnoputra, Melati Suci hingga Untukmu Indonesiaku

Rano Karno kenang karya Guruh Soekarnoputra, termasuk Melati Suci dan Untukmu Indonesiaku, yang sarat cinta Tanah Air. Simak pesan perpisahannya!

Diterbitkan 26 September 2026, 15:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Guruh Soekarnoputra dikenang sebagai seniman yang mencintai Indonesia melalui karya.
  • Kecintaannya diwujudkan lewat lagu "Melati Suci" dan "Untukmu Indonesiaku".
  • Karya-karyanya diyakini akan terus hidup dan dikenang oleh masyarakat Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Guruh Soekarnoputra dikenang sebagai seniman yang mencintai Indonesia lewat karya-karyanya. Kenangan itu disampaikan Rano Karno dalam sambutan di prosesi pemakaman Guruh di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Rano menyebut, kecintaan Guruh kepada Indonesia tidak hanya diucapkan lewat kata-kata, melainkan diwujudkan langsung lewat karya seni yang dihasilkannya sepanjang hidup.

"Mas Guruh mencintai Indonesia dengan cara yang sangat indah. Dia tidak hanya berbicara tentang Indonesia; ia menyanyikannya, ia menciptakan panggung untuknya, ia menggali kekayaan tradisinya, dan dia mempersembahkan hidupnya untuk kebudayaan Indonesia," ujar Rano Karno saat memberikan sambutan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Karya Guruh Soekarnoputra Untuk Indonesia

Salah satu karya yang disinggung Rano adalah lagu "Melati Suci" ciptaan Guruh. Menurutnya, lagu tersebut memiliki kedalaman rasa yang menyentuh siapa pun yang mendengarkannya.

"Dengarkan kembali 'Melati Suci'. Ada kelembutan di sana, tetapi sekaligus ada kedalaman rasa yang membuat kita seperti disentuh oleh sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar sebuah lagu," kata Rano Karno.

Selain "Melati Suci", Rano juga menyebut lagu "Untukmu Indonesiaku" sebagai salah satu karya yang menggambarkan kecintaan mendalam Guruh terhadap tanah air.

"Lalu dengarkan 'Untukmu Indonesiaku'. Karya itu seperti sebuah sumpah cinta kepada tanah air, tentang jiwa, raga, dan karya yang dipersembahkan untuk Indonesia," ujar Rano Karno.

Peninggalan yang Akan Hidup Selamanya

Rano menambahkan, meski Guruh telah tiada, karya-karyanya diyakini akan terus hidup dan dikenang oleh masyarakat Indonesia.

"Seorang seniman mungkin dapat meninggalkan panggung, tetapi karya tidak mengenal liang kubur. Nada akan terus dimainkan, lagu akan terus dinyanyikan, tarian akan terus dipentaskan, dan gagasan akan terus menemukan generasinya," kata Rano Karno.

Pesan Perpisahan untuk Mendiang

Ia pun menutup sambutannya dengan ucapan perpisahan sekaligus terima kasih atas dedikasi Guruh selama ini terhadap dunia seni dan budaya Indonesia.

"Selamat jalan, Mas Guruh. Terima kasih telah menjadi seniman besar bagi Indonesia. Terima kasih telah menjadi maestro budaya yang mengajarkan kepada kita bahwa modernitas tidak harus membuat bangsa ini kehilangan akarnya," tutup Rano Karno.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kenangan SBY Bareng Guruh Soekarnoputra: Dari Obrolan di Istana sampai Pameran Lukisan

Renisya Satya PutriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan