Warga pun menutup wajahnya dengan topeng agar identitasnya tak diketahui. Keluarga Sandin memiliki tingkat keamanan yang hebat untuk melindungi kediaman mereka.
Namun mereka tetap harus menghadapi situasi yang membahayakan, bertahan hidup. Awalnya, keluarga Sandin dan para tetangga saling membantu menghadapi kelompok lainnya. Akhirnya, keluarga Sandins justru diserang, hingga akhirnya diselamatkan oleh seseorang.
Pernah dengar tentang kejahatan yang terjadi akibat senjata api atau kekerasan di sebuah berita?Â
Perang Saudara
Film mengenai genoside tergambar jelas dalam Hotel Rwanda yang tayang 1994 silam. Film ini mengisahkan tentang perang saudara yang mengerikan si Rwanda akibat ketegangan antara suku Hutu dan Tutsi. Saat ini, Rwanda adalah negara yang bobrok dengan korupsi dan suap-menyuap di kalangan pejabat dianggap hal yang biasa.
Paul Rusesabagina (Cheadle), manajer dari Sabena pemilik Hôtel des Mille Collines, adalah seorang Hutu, sementara istrinya, Tatiana (Okonedo), adalah seorang Tutsi. Pernikahannya tersebut merupakan salah satu sumber perselisihannya dengan ekstrimis Hutu; yang paling menonjol adalah Georges Rutaganda (Kae-Kazim). Georges adalah seorang pemasok barang langganan untuk hotel tempat Paul bekerja, yang juga seorang pemimpin lokal Interahamwe, sebuah milisi anti-Tutsi yang brutal.
Situasi politik kian memburuk, Paul dan keluarganya menyaksikan tetangganya satu persatu dibunuh dengan keji. Paul kemudian merayu pihak-pihak yang berpengaruh, meyuap mereka dengan uang dan minuman alkohol, berusaha untuk membuat keluarganya tetap aman.
Perang saudara sudara tak bisa dihindari, seorang tentara Angkatan Darat Rwanda datang mengancamnya. Akhirnya, Paul langsung bernegoisasi hingga bisa mengungsikan semua orang yang bersamanya ke hotel tempat ia bekerja.
Semakin lama, semakin banyak yang datang ke hotel untuk mengungsi. Termasuk dari kelebihan pengungsi yang tidak tertampung di kamp PBB, pengungsi kiriman Palang Merah, dan para yatim piatu. Paul pun sibuk menyuap tentara Hutu agar tidak berulah, mengurus para pengungsi, menjadi sandaran bagi keluarganya yang ketakutan, namun tetap menjaga penampilan dan kemewahan hotel, sementara situasi perang menjadi semakin ganas.
Â
Pembunuhan
Film Hush yang tayang 2016 membuat penonton merinding. Bayangkan saja, film ini menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan untuk bersenang-senang.
Diperankan oleh John Gallagher Jr dan Kate Sieger, Hush memberikan pelajaran berharga kepada penonton untuk selalu waspada. Seorang pembunuh--juga memakai topeng--membawa pisau, menyelinap ke sebuah rumah.
Di rumah itu ditempati Maddie,seorang gadis tuna rungu. Awalnya, pembunuh tak mau melenyapkan nyawa Maddie, hanya ingin bermain-main dengannya.
Setelah mengetahui Maddie tuna rungu, tak bisa mendengar yang ada di sekitarnya, pembunuh itu pun mulai mempermainkan Maddie. gadis yang berprofesi sebagai novelis itu harus bertahan hidup di tengah keterbatasannya.
Sungguh mengerikan, cerita dalam film Hush, mengambil keuntungan dari korban yang lemah. Gambaran mengenai kejadian kriminal yang pernah terjadi di masyarakat.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)