Kata Kritikus, Ini Lima Alasan Mengapa Harus Nonton Deadpool

Mayoritas kritikus film memberi komentar positif pada Deadpool.

Diterbitkan 09 Februari 2016, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Salah satunya adalah film X-Men dari Bryan Singer. Deadpool digambarkan hidup dalam dunia yang sama dengan para mutan ini, tapi ia memiliki kesadaran yang berbeda. Misalnya saja ia ingin tahu apakah James McAvoy atau Patrick Stewart, dua pemeran Profesor Xavier, yang tengah menangani X-Mansion.

Produser X-Men Lauren Shuler Donner menjanjikan kehadiran film Deadpool dengan beberapa pilihan.

"Ia juga mengeluhkan budget-nya, yang membuat dia hanya bertemu dua anggota X-Men, yaitu si raksasa metalik Colossus (Stefan Kapičić) dan remaja pemurung Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand)," Jonathan Pile menulis.

Tonalitas dan Struktur Film

Tonalitas dan Struktur Film

Kritikus HitFix, Drew McWeeny, menyebut bahwa struktur film Deadpool yang tak lazim adalah sebuah pertaruhan bagi para pembuat film ini.

"Secara struktur, aku tak bisa menemukan film lain yang seperti ini. Ada dua adegan ditambah flashback dengan penghubung yang tipis," kata Mc Weeny.

Tak hanya itu, film ini juga dengan berani memasang rating R atau restricted, untuk pertama kalinya bagi franchise ini. "Aku memberi pujian pada studio film yang mengambil risiko ini," ujarnya.

Unsur Romasa pun Ada

Unsur Romansa pun Ada

Sejak awal para sineas film ini telah memastikan bahwa Deadpool akan menampilkan cukup banyak adegan kekerasan yang ditujukan bagi penonton dewasa. Namun di luar itu, terselip pula nuansa romantis dalam film ini, yakni cerita antara Wade Wilson dan kekasihnya, Vanessa.

"Mereka adalah pasangan seksi yang saling tergila-gila satu sama lain. Kecocokan mereka ini membuat penonton dengan cepat bersimpati," tutur Rob Hunter, kritikus dari Film School Rejects. Berbeda dengan banyak film aksi yang menjejalkan unsur ini hanya sebagai bumbu pelengkap, unsur romansa mendapat perhatian yang cukup besar dalam film ini.

Soundtrack


 Soundtrack

"Soundtrack adalah salah satu bagian terkuat dari film ini," tutur kritikus JoBlo, Chris Bumbray. Selain 'Fury Road's' dari Junkie XL yang kental dengan synthetizer, ada pula musik yang lebih ngepop, seperti Chicago dan Neil Sedaka dalam Deadpool.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia Saputra, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan