Liputan6.com, Jakarta - Kinerja saham emiten dalam indeks LQ45 diprediksi masih tumbuh pada semester II 2026 jika ketidakpastian global berkurang dan volatilitas mereda.
Demikian disampaikan Analis Senior Divisi Riset Bursa Efek Indonesia (BEI) Fikrian Naufal dikutip dari Antara, Minggu (9/8/2026).
Fikrian menuturkan, prediksi itu tergantung perkembangan kondisi makroekonomi dan fundamental masing-masing emiten, termasuk arah tensi geopolitik dan perekonomian global yang dapat memengaruhi aktivitas usaha perusahaan.
Advertisement
“Tatkala ketidakpastian itu sudah mulai berkurang, volatilitas sudah mulai kembali normal, itu rasanya memang bukan hal yang sulit,” ujar Fikrian.
Dia mengatakan, meredanya ketidakpastian dan normalisasi volatilitas dapat memberikan kondisi yang lebih kondusif bagi perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini.
“Apabila ekonomi dari globalnya itu mendukung, tentunya pasti akan menunjang kinerja perusahaan itu sendiri,” ujar dia.
Berdasarkan materi yang dipaparkan Fikrian, pendapatan perusahaan tercatat yang masuk dalam data BEI tumbuh 11,41% secara tahunan pada kuartal I 2026, sedangkan laba bersih meningkat 31,67%.
Dari sisi profitabilitas, sebanyak 74% perusahaan membukukan laba pada kuartal I 2026, meningkat dibandingkan 72% pada periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan 26% lainnya mencatat kerugian.
Pada kelompok LQ45, pendapatan tumbuh 14,44% secara tahunan pada kuartal I 2026, sedangkan laba bersih meningkat 13,68%.
Secara sektoral, pertumbuhan laba bersih tertinggi dalam kelompok LQ45 berasal dari sektor barang baku sebesar 258,85%, disusul transportasi dan logistik 101,42% serta keuangan 39,89%.
Prospek Emiten Komoditas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
Fikrian mengatakan, kinerja sektoral dalam LQ45 tidak dapat langsung dibandingkan dengan pertumbuhan sektor ekonomi secara keseluruhan karena indeks tersebut hanya mencakup sejumlah emiten terpilih.
Ia mencontohkan kinerja sektor barang baku dalam LQ45 hanya mencerminkan beberapa perusahaan yang menjadi konstituen indeks, sedangkan data produk domestik bruto (PDB) mencakup aktivitas ekonomi dengan cakupan yang lebih luas.
Seiring hal itu, menurut dia, perbedaan antara pertumbuhan laba emiten barang baku dalam LQ45 dan perkembangan sektor pertambangan dalam data Produk Domestik Bruto (PDB) tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Pada semester II 2026, Fikrian menuturkan, prospek emiten berbasis komoditas akan turut dibayangi perkembangan harga komoditas, inflasi dan tingkat suku bunga.
Ia mengatakan, suku bunga yang tinggi, dapat meningkatkan biaya pendanaan perusahaan sehingga berpotensi membuat sebagian emiten menahan rencana ekspansi.
Meski demikian, Fikrian melihat mulai meredanya sejumlah tekanan dapat memberikan ruang bagi perbaikan kinerja ekonomi dan fundamental perusahaan tercatat pada semester kedua 2026.
“Harapannya tentunya kita optimis ya, baik dari sisi ekonomi dan juga growth masing-masing fundamental emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia,” tutur Fikrian.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563533/original/046149400_1776904156-AP26108447326306.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546286/original/004546200_1629449459-Warren_Buffet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617314/original/014838100_1635506270-29_oktober_2021-4-ok.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318732/original/011345800_1786151611-Ilustrasi_wall_street_2.jpg)