Lippo Cikarang Kantongi Marketing Sales Rp 902 Miliar, Rumah Tapak Jadi Penopang

Lippo Cikarang membukukan pendapatan Rp 1,62 triliun dan marketing sales Rp 902 miliar sepanjang semester I 2026.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat marketing sales atau pra-penjualan sebesar Rp 902 miliar sepanjang semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 791 miliar.

Capaian tersebut setara 53% dari target marketing sales LPCK sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 1,70 triliun. Penjualan rumah tapak menjadi pendorong utama dengan kontribusi mencapai 69% terhadap total pra-penjualan perusahaan.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Agus Arismunandar mengatakan, perusahaan optimistis terhadap prospek industri properti, terutama pada segmen hunian terjangkau dan premium yang dinilai masih mencatat permintaan kuat.

“Pencapaian 53% dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami. Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan,” ujar Agus, dikutip Jumat (31/7/2026).

Sepanjang enam bulan pertama 2026, LPCK membukukan pra-penjualan sebanyak 956 unit. Kinerja tersebut antara lain didukung proyek Cendana Suites @ The Patio, NEO 5enses, dan The Allegra @ Casa De Lago.

LPCK juga memperkuat portofolio dengan meluncurkan QXYZ Phase 6 (Neo North & Patio) serta Imagi Collection (@Neo & @The Patio) untuk merespons kebutuhan pasar.

 

Pendapatan Lippo Cikarang Capai Rp 1,62 Triliun

Selain pertumbuhan marketing sales, Lippo Cikarang membukukan pendapatan sebesar Rp 1,62 triliun pada semester I 2026. Pendapatan perusahaan terutama berasal dari tiga segmen bisnis utama.

Penjualan rumah tapak dan apartemen memberikan kontribusi Rp 779 miliar. Sementara itu, penjualan unit komersial menyumbang Rp 330 miliar dan jasa pengelolaan kota sebesar Rp 262 miliar.

Secara keseluruhan, ketiga segmen tersebut menyumbang sekitar 84% terhadap total pendapatan LPCK selama enam bulan pertama tahun ini.

Dari sisi profitabilitas, LPCK mencatat laba kotor Rp 511 miliar. Margin laba kotor meningkat menjadi 31%, dibandingkan 21% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan menilai kenaikan margin laba kotor tersebut mencerminkan pengelolaan biaya yang disiplin serta strategi produk yang tepat sasaran. Produk yang dipasarkan juga dinilai tetap mampu menarik minat konsumen di tengah dinamika industri properti.

 

EBITDA Tembus Rp 318 Miliar

Kinerja operasional Lippo Cikarang juga tercermin dari perolehan EBITDA sebesar Rp 318 miliar pada semester I 2026. Margin EBITDA tercatat mencapai 20%, meningkat dibandingkan 13% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan margin tersebut menunjukkan efisiensi operasional perusahaan yang tetap terjaga sepanjang enam bulan pertama 2026.

Sementara itu, komposisi marketing sales memperlihatkan kuatnya permintaan terhadap produk residensial. Rumah tapak menyumbang 69% dari total pra-penjualan Rp 902 miliar, sedangkan sisanya berasal dari apartemen dan unit komersial.

Dengan realisasi marketing sales yang telah mencapai 53% dari target tahunan pada semester pertama, LPCK masih mengejar sekitar 47% dari sasaran Rp 1,70 triliun hingga akhir 2026.

Perseroan akan mempertahankan fokus pada kualitas produk, penyelesaian pembangunan sesuai jadwal, serta kepuasan pelanggan untuk menjaga kinerja bisnis pada paruh kedua tahun ini.