Masih Dibayangi Rebalancing MSCI, IHSG Berpotensi Menguat Tipis Pekan Depan

IHSG diprediksi menguat tipis pekan depan meski dibayangi volatilitas rebalancing MSCI. Rebound teknikal terbuka di tengah pengaruh dana asing dan kurs Rupiah.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dalam sepekan ini yang dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik. Untuk pekan depan, analis memperkirakan indeks saham secara teknikal bisa berbalik arah ke zona positif meskipun tak terlalu besar.

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pergerakan IHSG pada pekan depan masih akan dibayangi volatilitas, meski peluang rebound teknikal dinilai tetap terbuka setelah tekanan jual yang terjadi akibat isu rebalancing MSCI.

Menurut Reydi, arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi sejumlah faktor eksternal maupun domestik, mulai dari arus dana asing, pergerakan nilai tukar rupiah, hingga sentimen global seperti arah suku bunga Amerika Serikat dan harga komoditas.

“Saya melihat IHSG pekan depan masih cenderung volatile, namun peluang rebound teknikal tetap ada setelah tekanan jual pasca isu MSCI. Pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi arus dana asing, nilai tukar rupiah, serta sentimen global terutama arah suku bunga AS dan harga komoditas. Jika tidak ada sentimen negatif baru, IHSG berpotensi bergerak menguat tipis,” ujar Reydi kepada Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).

Di sisi lain, ia menilai sentimen MSCI masih akan memengaruhi perdagangan pasar saham pada pekan depan seiring pelaku pasar yang masih mencerna dampak dari rebalancing indeks tersebut.

“Sentimen MSCI saya rasa masih akan berlanjut pekan depan karena pasar masih mencerna dampak rebalancing. Tekanan paling besar masih berpotensi terjadi pada saham-saham yang terkait risiko free float rendah dan yang keluar dari indeks. Namun secara umum, dampaknya lebih bersifat teknikal dan psikologis jangka pendek dibanding mengubah fundamental pasar modal Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.

Reydi menambahkan, meski tekanan jangka pendek masih terasa, fundamental pasar modal Indonesia secara umum dinilai tetap solid sehingga dampak MSCI diperkirakan tidak akan mengubah arah pasar dalam jangka panjang.

IHSG Sepekan Tergelincir, Kapitalisasi Pasar Terpangkas jadi Rp 11.825 Triliun

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 11-13 Mei 2026. Pergerakan IHSG sepekan ini dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (14/5/2026), IHSG turun 3,53% selama tiga hari perdagangan dan ditutup ke 6.723,32. Pada pekan lalu, IHSG naik 0,18 % menjadi 6.969,39. Kapitalisasi pasar juga terpangkas 4,68% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.406 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 3,53% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Dari sisi sentimen, pihaknya melihat sejumlah faktor. Pertama, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi di 3,8% YoY, di mana akan membuat suku bunga the Federal Reserve (the Fed) akan cenderung higher for longer atau tinggi dalam jangka waktu lama. Kedua, memanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat-Iran mengenai gencatan senjata dan juga perundingan yang terjadi.

“Ketiga, rilis rebalancing MSCI Indonesia yang berisiko menimbulkan downweighting dan outflow dari pasar Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Faktor Lainnya

Faktor keempat, rilis data inflasi China yang cenderung meningkat serta Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang cenderung stabil. Kelima, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di kisaran 17.500. “Faktor keenam, waktu perdagangan yang pendek,” tutur Herditya.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga merosot 0,56% menjadi 2,53 juta kali transaksi dari 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu. Lalu rata-rata nilai transaksi harian terpangkas 18,78% menjadi Rp 18,82 triliun dari Rp 23,05 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga terperosok 22,01% menjadi 35,76 miliar saham dari pekan lalu 45,86 miliar saham. Investor asing melakukan aksi jual saham sekitar Rp 3,21 triliun pada pekan ini. Hal ini berbeda dari pekan lalu yang mencapai Rp 12,6 triliun. 

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • Prediksi IHSG
  • emiten