IHSG Hari Ini 24 April 2026 Anjlok 1,5%, Seluruh Sektor Saham Memerah

Seluruh sektor saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Jumat, (24/4/2026).

Diterbitkan 24 April 2026, 10:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada perdagangan saham Jumat, (24/4/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham memerah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun tipisn 0,53 poin menjadi 7.378,07 dari penutupan sebelumnya 7.378,60. Pada pukul 10.07 WIB, IHSG susut 1,5%. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,45% menjadi 705,29. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.383,40 dan level terendah 7.271,10. Sebanyak 520 saham melemah sehingga bebani IHSG. 119 saham menguat dan 102 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 809.693 kali dengan volume perdagangan saham 14,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.280.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham infrastruktur turun 2,44%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,74%, sektor saham basic turun 1,66%, sektor saham industri merosot 0,94%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,57%, sektor saham consumer siklikal merosot 1,56%. Lalu sektor saham kesehatan merosot 0,96%, sektor saham keuangan turun 1,21%, sektor saham properti melemah 1,59%. Lalu sektor saham teknologi turun 0,73%, sektor saham transportasi merosot 1,37%.

Pada Jumat pekan ini, harga saham LPPF merosot 14,69% menjadi Rp 1.650 per saham. Harga saham LPPF dibuka turun menjadi Rp 1.675 per saham. Saham LPPF berada di level tertinggi Rp 1.700 dan terendah Rp 1.650 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.289 kali dengan volume perdagangan saham 96.397 saham. Nilai transaksi Rp 16,1 miliar.

Gerak Saham

Harga saham PANI terpangkas 1,93% menjadi Rp 8.875 per saham. Harga saham PANI dibuka stagnan di Rp 9.050 per saham. Saham PANI berada di level tertinggi Rp 9.050 dan terendah Rp 8.850 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.093 kali dengan volume perdagangan saham 17.371 saham. Nilai transaksi Rp 15,6 miliar.

Harga saham BBTN terperosok 6,38% menjadi Rp 1.395 per saham. Harga saham BBTN dibuka turun menjadi Rp 1.455 dari perdagangan sebelumnya Rp 1.490. Saham BBTN berada di level tertinggi Rp 1.455 dan terendah Rp 1.380 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.395 kali dengan volume perdagangan saham 405.092 saham. Nilai transaksi Rp 56,9 miliar.

Harga saham DSSA susut 3,56% menjadi Rp 2.160 per saham.Harga saham DSSA dibuka menguat 50 poin menjadi Rp 2.300 per saham. Saham DSSA berada di level tertinggi Rp 2.340 dan level terendah Rp 2.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.316 kali dengan volume perdagangan saham 126.641 saham. Nilai transaksi Rp 28,5 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham HYGN melonjak 25,34%
  • Saham BNBA melonjak 24,46%
  • Saham BRNA melonjak 24,41%
  • Saham CTTH melonjak 17,69%
  • Saham RODA melonjak 15,19%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham HOPE merosot 14,93%
  • Saham LPPF merosot 14,93%
  • Saham SKBM merosot 14,37%
  • Saham BOBA merosot 14,05%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 620 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 406,9 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 278,8 miliar
  • Saham ENRG senilai Rp 216,8 miliar
  • Saham ESSA senilai Rp 165,8 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham KOTA tercatat 53.182 kali
  • Saham MDIA tercatat 38.697 kali
  • Saham BBRI tercatat 36.271 kali
  • Saham BBCA tercatat 34.342 kali
  • Saham MAXI tercatat 33.107 kali