IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Analis 24 September 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 6.108-6.535. Berikut strategi rekomendasi saham, Kamis, (24/9/2026).

Diterbitkan 24 September 2026, 07:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (24/9/2026). IHSG hari ini akan menguji dahulu posisi 6.208-6.258. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG menguat 1,56% ke 6.374, dan disertai munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu kembali berada di atas moving average (MA) 60 harian.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave a dari wave (x), sehingga IHSG akan menguji dahulu rentang area 6.208-6.258,” kata Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menambahkan, area penguatan terdekat IHSG selanjutnya di posisi 6.387-6.418. Pada hari ini, Herditya memprediksi IHSG berada di level support 6.267,6.108 dan level resistance 6.440,6.535.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 6.320-6.535.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Trading Buy

Saham CUAN menguat 1,05% ke 960 dan masih didominasi volume pembelian yang meningkat. Herditya menuturkan, selama CUAN masih mampu berada di atas 890 sebagai stoplossnya, maka posisi CUAN saat ini berada di awal wave [v] dari wave C.

Trading Buy: 915-935

Target Price: 1.010, 1.085

Stoploss: below 890

 

2.PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Buy on Weakness

Saham EMAS menguat 2,63% ke 7.800 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Saat ini, kami memperkirakan posisi EMAS sedang berada di awal wave (A) dari wave [2] pada label hitam,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 7.500-7.675

Target Price: 7.950, 8.350

Stoploss: below 7.400

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Trading Buy

Saham INDY menguat 10,04% ke 2.850 dan disertai munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus cluster MA20 dan MA200. “Kami perkirakan, posisi INDY sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” kata dia.

Trading Buy: 2.720-2.800

Target Price: 2.910, 2.990

Stoploss: below 2.660

 

4.PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Buy on Weakness

Saham VKTR menguat 8,44% ke 835 dan disertai oleh munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA200.

“Posisi VKTR saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (2),” tutur Herditya.

Buy on Weakness: 810-825

Target Price: 865, 900

Stoploss: below 795

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 23 September 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (23/9/2026). Kenaikan IHSG hari ini ditopang seluruh sektor saham yang menghijau dan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melambung 1,56% ke 6.374,91. Indeks saham LQ45 mendaki 1,21% ke posisi 633,18. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.380,16 dan level terendah 6.253,73. Sebanyak 448 saham menguat sehingga angkat IHSG. 186 saham melemah dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.920.788 kali dengan volume perdagangan saham 36,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.805.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic menanjak 3,47%, dan catat kenaikan terbesar. Selain itu, sektor saham energi melambung 2,59%, sektor saham industri bertambah 2,21%, sektor saham consumer nonsiklikal melambung 0,62%.

Sementara itu, sektor saham consumer siklikal terbang 2,49%, sektor saham kesehatan naik 0,01%, sektor saham keuangan bertambah 0,56%,sektor saham properti menguat 1,99%. Selanjutnya sektor saham teknologi mendaki 0,55%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,26% dan sektor saham transportasi menguat 1,02%.