ITMG Bagikan Dividen Final 2025 USD 64,54 Juta, Simak Jadwal Pembagiannya

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membagikan dividen sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025.

Diterbitkan 21 April 2026, 17:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar USD 64,54 juta. Dividen itu akan dibayarkan pada 19 Mei 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2026), PT Indo Tambangraya Megah Tbk membagikan dividen itu sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026.

Dalam RUPST itu disetujui total dividen tunai kepada pemegang saham sebesar USD 114.584.059 dengan rasio pembayaran atau payout ration sebesar 60% dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dari dividen itu, sebesar USD 50.041.086 atau setara dengan Rp 738 per saham telah dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen interim apda 26 November 2025.

“Sisanya sebesar USD 64.542.973 akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 29 April 2026 dengan tanggal pembayaran pada 19 Mei 2026,” demikian seperti dikutip.

Adapun sisa keuntungan bersih akan ditambahkan pada laba ditahan untuk mendukung pengembangan perseroan.

Pertimbangan membagikan dividen tahun buku 2025 itu berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 190,93 juta, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar USD 1,46 miliar, dan total ekuitas sebesar USD 1,90 miliar.

Berikut jadwal pembagian dividen:

  • Tanggal efektif pada 17 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 27 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 29 April 2026, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 19 Mei 2026

Pada penutupan perdagangan saham Selasa pekan ini, saham ITMG naik 0,67% menjadi Rp 26.250 per saham. Harga saham ITMG dibuka stagnan di posisi Rp 26.075 per saham. Saham ITMG berada di level tertinggi Rp 26.550 dan terendah Rp 25.775 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.658 kali dengan volume perdagangan saham 22.231 saham. Nilai transaksi Rp 58,3 miliar.

ITMG Bidik Produksi Batu Bara 5,1 Juta Ton pada Kuartal I 2026

Sebelumnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan total volume produksi batu bara sebesar 5,1 juta ton pada kuartal I 2026. Sementara itu, total volume penjualan sebesar 6,8 juta ton.

Pada 2025, perseroan mencatatkan total produksi batu bara sebesar 21,2 juta ton, atau tumbuh 5% dari tahun sebelumnya. Seiring hal itu, perseroan juga membukukan kinerja positif pada volume penjualan yang mencapai 24,7 juta ton, atau naik 3%.

“Penguatan keunggulan dan ketahanan operasional menjadi salah satu faktor kunci tercapainya kinerja baik perusahaan,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).

Perseroan mencatat pendapatan turun 18% menjadi USD 1.881 juta pada 2025. Hal ini seiring penurunan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) batu bara ITMG. Laba kotor perseroan tercatat USD 483 juta dan marjin laba kotor sebesar 26%. Di sisi lain, laba bersih perusahaan pada 2025 tercatat USD 195 juta.

Seiring peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya yang disiplin, serta peningkatan akurasi perencanaan tambang, perseroan mampu mempertahankan neraca keuangan yang sehat.

Pada akhir Desember 2025, total aset Perusahaan tercatat stabil pada angka USD 2.406 juta, dengan total ekuitas sebesar USD 1.908 juta. Posisi kas dan setara pada periode akhir Desember 2025 tercatat sebesar USD 808 juta, yang mewakili 34% dari total aset Perusahaan.

Sebagai perusahaan pertambangan batu bara dengan fasilitas logistik yang terintegrasi, serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan batubara dengan ragam spesifikasi yang luas, ITM mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan sebagai mitra yang dapat diandalkan. Pada 2025, ITM menjual batu bara ke pelanggan di berbagai negara termasuk Indonesia (22%), China (34%), Jepang (18%), India (9%), Filipina (4%) dan sejumlah negara lain di wilayah Asia Pasifik.

 

Penguatan Bisnis Inti dan Melanjutkan Transformasi Terukur

Pada 2025, strategi Perusahaan difokuskan pada penguatan ketahanan operasional dan disiplin biaya di seluruh kegiatan pertambangan, dan pembangunan fondasi yang solid bagi pengembangan bisnis jangka panjang.

Salah satu fokus pengembangan pada operasional bisnis inti adalah penguatan berkelanjutan klaster Melak melalui struktur manajemen integrasi sejumlah tambang Perusahaan yang menciptakan pemanfaatan bersama sumberdaya dan infrastruktur, dan efisiensi organisasi. Penerapan strategi ini akan berkontribusi terhadap pelaksanaan operasional yang lebih konsisten serta pengawasan yang lebih efektif atas seluruh aktivitas pertambangan.

Di luar operasi inti batu bara, 2025 juga menjadi fase lanjutan dari diversifikasi yang terukur dan selaras dengan agenda transisi energi yang bertanggung jawab.

Pada segmen energi terbarukan, Perusahaan melanjutkan pengembangan portofolio pembangkit listrik tenaga surya melalui proyek atap (rooftop) dan pembangkit surya berskala utilitas (solar farm).

Hingga akhir 2025, total kapasitas operasional entitas anak energi terbarukan ITM mencapai 63,7 MWp, mencerminkan kemajuan yang konsisten yang didukung oleh portofolio proyek berkontrak yang telah dikembangkan sejak 2021.

Pada 2025 juga menandai langkah awal Perusahaan di sektor mineral strategis melalui akuisisi kepemilikan minoritas PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP, BEI: NICE), sebuah perusahaan pertambangan nikel yang tercatat di bursa. Investasi ini merupakan upaya awal yang terukur untuk memperoleh eksposur terhadap mineral yang semakin relevan dalam konteks transisi energi global, dengan tetap menerapkan pendekatan diversifikasi yang berhati-hati dan berorientasi pada penciptaan nilai.