Emiten Ini Siap Cetak Tenaga Kerja Terampil Penuhi Kebutuhan Industri Pertambangan

DOID menyiapkan tenaga kerja Indonesia, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan.

Diterbitkan 18 April 2026, 13:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kontraktor pertambangan batu bara PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) menyiapkan tenaga kerja Indonesia, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan industri hingga membuka akses peluang kerja internasional.

Melalui anak perusahaan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), inisiatif tersebut dilakukan melalui peresmian pusat pelatihan (training center) terintegrasi di Kota Depok, Jawa Barat, dan pusat tes (test center) di DKI Jakarta.

“Inisiatif ini merupakan respons terhadap tantangan kesiapan tenaga kerja di Indonesia, dengan tujuan membekali peserta yang selaras dengan kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, serta akses ke peluang kerja internasional,” ujar Direktur DOID Iwan Fuad Salim dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026)​​​

Iwan mengatakan, peresmian training center dan test center mencerminkan komitmen jangka panjang Grup untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, melalui pengembangan sumber daya manusia sebagai inti utamanya.

“Kami berupaya turut menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan, dengan memperkuat keterkaitan antara pelatihan dan dunia kerja, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja bagi talenta Indonesia,” ujar Iwan.

Chief Executive Officer (CEO) BIRU Kanya Stira Sjahrir mengatakan, perseroan membantu menjembatani kesenjangan antara pelatihan dan dunia kerja.

“Kami fokus menyiapkan peserta melalui pelatihan yang mencerminkan kondisi kerja nyata, didukung oleh proses penguatan kompetensi dan sertifikasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Kanya.

 

Praktik Berbasis Peralatan Industri

Melalui kombinasi kurikulum yang relevan, praktik berbasis peralatan industri, serta pembelajaran yang berorientasi pada industri, pihaknya ingin membantu peserta membangun keterampilan, disiplin, dan kesiapan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kapasitas pelatihan, sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global, termasuk di sektor pengelolaan gedung di Jepang yang diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 37.000 pekerja pada tahun 2029,” ujar Kanya.